Saga Transfer N'Golo Kante Usai, Sampai Dibantu Presiden Turki dan Rela Gaji Dipotong Ratusan Miliar - Bolasport.
BOLASPORT.COM - Saga transfer N'Golo Kante menjadi salah satu manuver fenomenal yang terjadi sepanjang bursa Januari 2026.
Gelandang Prancis tersebut merampungkan kepindahan penuh drama dari Al Ittihad ke Fenerbahce pada Selasa (3/2/2026).
Transfer N'Golo Kante dari Arab Saudi ke Turki sempat mogok pada saat-saat terakhir.
Kedua tim sudah mencapai kata sepakat, tapi pihak Al Ittihad melakukan kesalahan administrasi untuk transfer yang juga melibatkan kepindahan Youssef En-Nesyri ke arah berlawanan.
Klub juara bertahan Liga Arab Saudi itu terlambat mendaftarkan dokumen yang diperlukan.
Fenerbahce pun merilis pengumuman deal mereka untuk Kante kolaps.
Namun, tim beralias Sari Kanaryalar melakukan segala cara buat mengesahkan kepindahan gelandang 35 tahun pemilik gelar Liga Champions dan Piala Dunia tersebut.
Rencana mereka dimuluskan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang kebetulan sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Timur Tengah.
Dikutip dari Hurriyet, pihak Fener langsung memberi tahu sang presiden mengenai situasi yang mereka hadapi.
Entah apa yang dilakukan Erdogan, deal Kante berhasil dieksekusi kembali.
Eks pemain Chelsea tersebut dalam waktu sekejap memutuskan kontraknya dengan Al Ittihad.
Akibatnya, dia berstatus free agent dan bisa digaet secara 'gratis' di luar tenggat bursa transfer.
Baca Juga: Ronaldo Ngambek sampai Mogok Main, Al Nassr Tetap Menang dan Rebut Puncak Liga Arab Saudi
FIFA pun memberikan lampu hijau dan akhirnya dalam hitungan menit, transfer Pemain Terbaik Liga Inggris 2016-2017 itu disahkan klub raksasa Turki.
Dalam keterangan pers, Presiden Fenerbahce, secara langsung mengucapkan terima kasih kepada orang nomor satu di Turki.
"Klub kami telah berhasil menyelesaikan transfer N'Golo Kante, salah satu tokoh terkemuka di dunia sepak bola," ujar Saran.
"Atas nama saya dan klub, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Recep Tayyip Erdogan atas dukungannya yang signifikan dalam memastikan kesuksesan proses ini, yang akan berkontribusi pada perkembangan Fenerbahce dan sepak bola Turki," tuturnya lagi.
Setelah saga rampung, publik mendapatkan keterangan lebih jauh soal transfer Kante.
Kepindahannya ke Istanbul memang dilabeli gratis, tetapi Kante sejatinya mendapatkan insentif mewah berupa bonus tanda tangan kontrak bersama Fener.
Dikutip BolaSport.com dari Haberler, nilai bonus itu mencapai 14,4 juta euro atau kini setara 285,2 miliar rupiah.
Ia setuju meneken surat kerja sama yang mengikatnya hingga lima tahun ke depan.
Di Turki, dinamo lini tengah Leicester City saat juara Liga Inggris 2015-2016 itu akan mengantongi gaji 5,5 juta euro untuk sisa musim ini.
Adapun di musim 2026-2027 dan 2027-2028, upahnya menjadi utuh sebesar 11 juta euro (Rp217 miliar).
Angka tersebut berarti penurunan dari pendapatannya ketika memperkuat Al Ittihad.
Di klub asal Jeddah, Kante mengantongi upah sekira 25 juta euro per musim, atau lebih dari dua kali lipatnya gaji di Fenerbahce.
Artinya, demi mewujudkan kepindahan ke tim juara 19 kali Liga Turki, Kante rela upahnya menurun 56 persen atau sebanyak 14 juta euro (Rp277,3 miliar).
Berbarengan dengan kepindahan sang gelandang, Fener mendapatkan pemasukan 15 juta euro dari nilai transfer En-Nesyri.
Hasrat Kante hijrah ke Turki sangat besar. Dia berani menolak tawaran dari klub Eropa macam AC Milan, Fulham, dan RC Lens.
Bersama Al Ittihad, dia merampungkan 105 pertandingan dengan kontribusi 10 gol dan 11 asis.