Revans atas Anak Asuh Candra Wijaya, Marcus Gideon Ingatkan Tantangan Ganda Putra Besutannya setelah Sukses Tembus Pelatnas - Bolasport
Revans atas Anak Asuh Candra Wijaya, Marcus Gideon Ingatkan Tantangan Ganda Putra Besutannya setelah Sukses Tembus Pelatnas
BOLASPORT.COM - Kebanggaan Marcus Fernaldi Gideon terasa berlipat setelah ganda putra binaan klubnya, Gideon Badminton Academy, berhasil menembus pelatnas PBSI 2026.
Marcus Fernaldi Gideon turut berbangga setelah Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi, berhasil menjadi juara di Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI tahun ini.
Pasangan didikan Gideon Badminton Academy ini mengalahkan wakil dari klub Yonex Sunrise Candra Wijaya, Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad, di final, Sabtu (7/2/2026).
Pertandingan yang digelar di Majeh Arena, Karawang, Jawa Barat ini dimenangi Marcel/Joven dengan skor 21-19, 21-19.
Marcus yang turut hadir di partai puncak Seleknas pekan lalu, merasa ikut bangga.
Tak bisa dipungkiri, peran mantan ganda putra nomor satu dunia bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo itu turut terlibat dalam melatih mereka di klub miliknya sendiri.
Apalagi, Marcel disebutnya sudah menekuni bulu tangkis sejak kecil bersama klubnya.
"Ya, senang. Tahun ini membawa anak-anak didik di Gideon Badminton Academy bisa masuk ke pelatnas," kata Marcus Gideon dikutip Bolasport dari Djarum Badminton.
"Hasilnya juga bagus, ranking juara di Seleknas, ya, kita bangga."
"Apalagi Marcel sudah dari kecil sama kita."
"Sementara, Joven masih baru, tetapi kita bisa improve dan bisa mengimbangi banyak pemain Indonesia dan bisa juara satu di sini, itu sudah sangat luar biasa, menurut saya," tmbahnya.
Marcus Gideon sekaligus jadi panutan dan mentor di klubnya sendiri.
Sembari mengajari para penerus regenerasi pebulu tangkis Indonesia, terutama di ganda putra, Juara All England tiga kali ini menekankan pesan khusus.
Ganda putra besutan Gideon Badminton Academy, Joseph Marcellino Kyta/Joven Farandi, setelah kemenangan di final Seleksi Nasional PBSI, Sabtu (7/2/2026). (PBSI)Marcus mengingatkan bahwa ini baru permulaan bagi Marcel/Joven.
Di pelatnas PBSI, tantangan mereka akan semakin berat.
"Ini jalan yang sudah dipilih, harus dilakukan semaksimal mungkin," kata Marcus.
"Terus belajar karena kita nggak tahu ke depan akan bagaimana."
"Dan yang paling penting, setiap usaha harus maksimal," ujarnya.
Hal yang membuat Marcel/Joven semakin elok dinantikan kiprahnya adalah mental mereka bertanding.
Pasalnya, Marcel/Joven justru berangkat dari dua kekalahan dan hanya mengantongi satu kemenangan di fase Grup D.
Sehingga mereka lolos ke perempat final dengan status runner-up grup.
Namun setelah kekalahan itu, Marcel/Joven bangkit melumat lawan-lawan mereka di perempat final (Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono/PB Djarum) dan semifinal (Christian Aldo Sanjaya/Yugo Alvaro Gunawan/PB Jaya Raya).
Tak cuma itu, Marcel/Joven mengalahkan Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad (Yonex Sunrise Candra Wijaya) juga jadi misi revans yang sukses.
"Dengan lawan tadi kami kalah di pertemuan sebelumnya dan beruntung bisa revansm," kata Joven.
"Kemenangan ini kami persembahkan untuk Kurniahu Gideon yang belum lama ini telah berpulang, Marcus Fernaldi Gideon dan keluarga besar saya dan Marcel."
Baca Juga: Pelatih Bongkar Alasan Duetkan Raymond/Joaquin, Permainan Disebut Mirip Marcus Gideon