0
News
    Home Berita Diaspora Featured PSSI Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia

    Respons PSSI soal Eksodus Pemain Diaspora ke Liga Indonesia: Urusan Duit, Konspirasi, Pengamat Dunia Lain! - Semua Halaman - Superball

    7 min read

     

    Respons PSSI soal Eksodus Pemain Diaspora ke Liga Indonesia: Urusan Duit, Konspirasi, Pengamat Dunia Lain! - Semua Halaman - Superball.id

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

    Selasa, 10 Februari 2026 | 10:04 WIB


    Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (8/2/2026) (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    SUPERBALL.ID - Anggota Exco Arya Sinulingga merespons dugaan eksodus pemain diaspora ke Liga Indonesia untuk proyek PSSI main di Piala AFF

    Ramai-ramai pemain keturunan naturalisasi yang bergabung klub-klub Super League 2025/2026 memunculkan dugaan serius.

    Bahwa para pemain tersebut akan dijadikan PSSI dalam proyek di Piala AFF atau ASEAN Cup yang digelar pada Juli hingga Agustus tahun ini. 

    Pasalnya, para pemain yang datang nyaris mengisi satu skuad tim nasional dan di berbagai posisi, mulai kiper hingga striker. 

    Total kini ada sembilan pemain diaspora yang bergabung klub liga lokal, mulai dari Jordi Amat, Shayne Pattynama, dan Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta.

    Kemudian Thom Haye, Eliano Reijnders, dan Dion Markx ke Persib Bandung, lalu Ivar Jenner dan Rafael Struick ke Dewa United dan Jens Raven ke Bali United.

    Selain itu masih ada lagi satu pemain diaspora yang sosoknya belum berkesempatan bermain di timnas, dialah Cyrus Margono yang bergabung Persija. 

    Kehadiran para pemain ini memunculkan spekulasi bahwa PSSI berniat menggunakan mereka di ajang Piala AFF pada pertengahan tahun ini. 

    Namun oleh Arya Sinulingga langsung dibantah, ia menyinggung beberapa poin, mulai dari urusan keuangan, teori konspirasi hingga pengamat.

    Baca Juga: Ogah Banding soal Denda AFC, Arya Sinulingga: Biar Pada Tahu, PSSI yang Biayai Futsal Indonesia!

    "Karena namanya pemain, transfer, itu menyangkut uang. Yang bayar pemain siapa? Apakah PSSI atau klub?".

    "Kalau klub, berarti urusannya apa nih? Urusan uang. Tawar-menawar. Yang bayar klub."

    "PSSI tidak ada ikut-ikutan dibayar situ. Bayar-bayar tidak ada urusan PSSI," kata Arya Sinulingga

    Arya menegaskan isu yang beredar hanyalah teori konspirasi dan PSSI menganggapnya sebagai lucu-lucuan saja. 

    "Ya ini, kita ini terlalu banyak teori konspirasi ya," kata Arya melanjutkan. 

    "Jadi saya harap teman-teman wartawan juga mencerdaskan, yang memberikan isu juga maunya mencerdaskan."

    "Jadi lucu kalau dibilang bahwa skenario PSSI untuk Piala AFF," imbuhnya. 

    Lebih lanjut, Arya menegaskan bahwa PSSI tidak ikut campur urusan klub Super League mendatangkan pemain diaspora.

    Baca Juga: Selayaknya Karyawan, Target John Herdman di Timnas Indonesia Sesuai KPI dari PSSI

    Arya menyebut PSSI juga tidak memiliki aliran dana untuk mengarahkan pemain bergabung klub lokal, semua murni kesepakatan pemain dan klub yang bersangkutan. 

    Ia justru menyinggung yang membuat narasi pemain diaspora di Super League main di Piala AFF datang dari pengamat dunia lain. 

    "PSSI tidak ada ikutan chip-in. Dari mana uang PSSI untuk chip-in pemain, dan itu di dunia tidak terjadi seperti itu."

    "Tidak ada yang namanya federasi ikutan chip-in di klub, tidak ada lah. Mana ada," kata Arya Sinulingga lagi. 

    "Mana, tidak pernah terjadi seperti itu. Jadi mungkin pengamatnya itu berada dari luar semesta, alam semesta."

    "Tidak ada, di dunia tidak ada yang seperti itu. Jadi pakai logika sederhana, itu uang antar uang. Yang bayar klub."

    Oleh karena itu, Arya meminta kepada para pengamat yang memunculkan isu tersebut agar menyudahi teori konspirasinya. 

    "Jadi sudahlah, teori-teori konspirasi silakan, tapi tolong yang cerdas. Jangan tidak cerdas."

    Baca Juga: John Herdman Tak Akan Dipecat jika Timnas Indonesia Gagal, Arya Sinulingga: Itu Komitmen PSSI!

    "Kalau tidak cerdas, nanti malu juga pengamatnya. Cari yang cerdas gitu lho. Malu lho."

    "Di mana logikanya gitu. Ya, jadi pengamat tuh harus cerdas juga, jangan tidak cerdas."

    "Kasihan nanti dihitung orang logikanya," pungkas Arya Sinulingga

    Komentar
    Additional JS