Respons Bos Malut United usai Kena Sanksi 3 Bulan Gara-gara Protes Wasit saat Lawan Persib, Seret Nama Erick Thohir - Bolasport
Respons Bos Malut United usai Kena Sanksi 3 Bulan Gara-gara Protes Wasit saat Lawan Persib, Seret Nama Erick Thohir
BOLASPORT.COM - Asisten Manajer Malut United, Asghar Saleh tanggapi hukuman Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang melarang dirinya mendampingi tim selama tiga bulan.
Berdasarkan surat Komdis PSSI bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026, Asghar Saleh dilarang mendampingi tim selama tiga bulan sejak 12 Februari 2026.
"Betul. Berdasarkan keputusan sidang Komite Disiplin 12 Februari 2026 yang kemudian terlampir dalam Salinan Keputusan Komite Disiplin PSSI bernomor 156/L1/SK/KD-PSSI/II/2026," ujar Media Officer Malut United, Agya Pradipta.
"Yang bersangkutan dikenakan sanksi larangan beraktivitas dalam kegiatan sepak bola di Indonesia selama 3 (tiga) bulan sejak keputusan diterbitkan," lanjutnya.
Penyebabnya, Asghar Saleh mengunggah tulisan di akun Facebook pribadinya untuk memprotes kepemimpinan wasit Yudai Yamamoto saat timnya bertandang ke markas Persib Bandung.
Wasit asal Jepang tersebut dinilai menguntungkan Persib Bandung.
"Untuk mengalahkan Malut United, para mafia bahkan harus menggunakan jasa wasit FIFA yang kualitasnya kalah jauh dibanding wasit tarkam di kampung saya," tulis Asghar Saleh.
"Benar-benar dagelan di GBLA. Terima kasih semua yang sudah berjuang hari ini."
"Akan terus kita ingat bahwa hari ini kita dikalahkan wasit dkk," imbuhnya.
Usai sanksi resmi dijatuhkan, Asghar Saleh langsung menulis tanggapan yang lebih keras.
Tanggapan tersebut disampaikan kepada Komdis PSSI.
"Yth Sdr Umar Husin dkk di Komdis PSSI. Saya menyebut mafia dalam postingan FB saya dan langsung dipanggil dalam sidang Komdis. Lalu dijatuhi hukuman larangan beraktivitas dalam sepakbola selama 3 bulan," tulis Asghar Saleh dalam akun Facebook pribadinya.
"Tak ada nama yang saya sebut secara terang benderang karena saya tahu mafia di sepakbola Indonesia itu seperti (maaf) kentut. Berbau busuk tapi tidak bisa dipegang."
"Sejarah panjang sepakbola Indonesia tak lepas dari dugaan campur tangan para mafia - sebut saja final Piala AFF tahun 2010 atau kegagalan Indonesia di kualifikasi Piala Dunia kemarin," lanjutnya.
Dalam unggahannya tersebut, dirinya menyayangkan sikap standar ganda Komdis PSSI.
Komdis PSSI selama ini enggan memanggil Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade yang kerap melakukan tindakan serupa seperti dirinya.
Dirinya juga menyayangkan bahwa ucapan Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI langsung merespons pernyataan Andre Rosiade.
"Beranikan Komdis memanggil pak Andre?. Beliau menyebut adanya mafia dan nama secara langsung. Saya yakin ga akan berani. Pak Andre orang besar dan punya kuasa," tulis Asghar Saleh.
"Postingan pak Andre ini langsung direspons Eric Thohir - mungkin karena takut," lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga kecewa keluhan laporan Malut United soal tindakan rasisme yang diabaikan oleh PSSI.
PSSI memilih untuk menjatuhkan sanksi kepada Yakob Sayuri yang dinilai oleh Asghar sedang melakukan pembelaan diri usai jadi korban rasisme.
"Di kasus yang jauh lebih parah terkait rasisme. Federasi dan Komdis malah bungkam," tulis Asghar Saleh.
"Surat ke Eric Thohir tertanggal 6 Desember yang mempertanyakan sangsi Komdis untuk Yakob Sayuri - korban rasisme dalam kericuhan di stadion Indomilk Arena malah tidak pernah direspons."
"Padahal hukum dengan segala yang mengikat pada ujungnya selalu tentang keadilan."
"Kalo hukum digunakan tebang pilih dan hanya untuk mengamankan kekuasaan maka hukum sama dengan kentut juga," lanjutnya.
Meski demikian, pihaknya tetap respek dengan Andre Rosiade sebagai sesama pengurus klub yang tegas menyuarakan kebenaran di sepak bola Indonesia.
"Jujur saya hormat dengan pak Andre. Menyuarakan kebenaran tanpa takut. Bukan soal jabatan tapi ini tentang integritas dan keberanian bersikap," tutup Asghar Saleh.