Rekor Lawan 101 Kemenangan dari 105 Laga, Pelatih Timnas Futsal Indonesia Sebut Iran Lebih Tertekan di Final Piala Asia - tvOneNews
Rekor Lawan 101 Kemenangan dari 105 Laga, Pelatih Timnas Futsal Indonesia Sebut Iran Lebih Tertekan di Final Piala Asia
Jakarta, tvOnenews.com - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menilai jika Iran dalam kondisi tertekan jelang menghadapi skuad Garuda di partai final. Menurutnya, Team Melli dituntut harus bisa memenangkan laga demi meraih gelar juara Piala Asia 2026.
Timnas Futsal Indonesia dijadwalkan akan melakoni partai puncak menghadapi Iran di Piala Asia 2026. Duel kedua tim itu dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu (7/2/2026) malam WIB di Indonesia Arena, Jakarta.
Laga ini sejatinya menjadi sangat spesial bagi Mochammad Iqbal cs. Hal ini dikarenakan skuad Garuda tampil untuk pertama kalinya di partai final sepanjang keikutsertaan di kancah Asia.
Alih-alih mendapatkan tekanan besar, Hector Souto justru menyikapi santai laga kontra Iran tersebut. Ia menilai jika skuad asuhannya tak dihadapkan dalam kondisi apapun.
Souto menjelaskan bahwa situasi penuh tekanan justru dialami Iran. Ia menyinggung Team Melli yang merupakan salah satu raksasa Asia.
Ia menganggap jika futsal adalah sebuah kesenangan. Maka dari itu, dirinya menilai jika Timnas Futsal Indonesia justru akan bersenang-senang di partai final.
"Pertama, tekanan ada di hal lain, bukan futsal. Futsal bukan tekanan. Futsal adalah kesenangan. Itu sangat berbeda," ujar Souto dalam konferensi pers jelang laga, Jumat (6/2/2026).
"Kedua, bagaimana kami merasa tertekan jika ini pertama kalinya kami berada di final. Jika Iran memainkan 105 pertandingan AFC dan hanya kalah 4 kali, di mana tekanan kita?" tambahnya.
Lebih lanjut, pelatih asal Spanyol itu menilai jika Iran dihadapkan dengan tekanan besar karena akan berduel dengan tim yang pertama kali lolos ke babak final. Menurutnya, apabila tim asuhan Vahid Shamsaei tumbang dari skuad Garuda, maka hal itu justru menjadi sesuatu yang memalukan.
Dalam pandangannya, Iran juga dihadapkan untuk bisa menjaga tradisi gelar juara di Piala Asia. Situasi itulah yang dirinya anggap bahwa mau tak mau Team Melli harus bisa memenangkan pertandingan.
"Iran pasti merasakan tekanan. Iran-lah yang harus memenangkan pertandingan. Iran memiliki tradisi menjadi juara di Asia. Mereka memiliki kualitas," kata Souto.
"Mereka memiliki banyak pemain yang bermain di luar negeri, mereka memiliki pemain-pemain kuat, ekosistem yang baik sejak awal," sambungnya.
Souto pun turut menyinggung terkait partisipasi Iran dalam ajang Piala Asia. Disebutkan jika Team Melli telah tampil sebanyak 17 kali dengan meraih 13 gelar juara.
"Dalam 17 kali, mereka menang 13 kali. Mereka selalu mencapai final. Hanya pada tahun 2012 mereka kalah di semifinal melawan Thailand 5-4," pungkas Souto. (igp/hfp)