Rekap Final Kejuaraan Beregu Asia 2026 - 1 Stadion Mendadak Hening, Jepang Raih Gelar Perdana saat China Gagal Total - Semua Halaman - Bolasport
Rekap Final Kejuaraan Beregu Asia 2026 - 1 Stadion Mendadak Hening, Jepang Raih Gelar Perdana saat China Gagal Total - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 8 Februari 2026 | 20:53 WIB
BOLASPORT.COM - Tim bulu tangkis putra Jepang sukses meraih gelar pertama mereka pada Kejuaraan Beregu Asia 2026.
Jepang sukses melibas pasukan tuan rumah dalam tiga partai langsung pada final Kejuaraan Beregu Asia 2026 di Qingdao Conson Gymnasium, China, Minggu (8/2/2026).
Tunggal putra Jepang, Koki Watanabe, menjadi algojo terakhir walau harus berjibaku tiga gim saat saat menghadapi Zhu Xuan Chen.
Laga berakhir dengan skor 22-24, 21-17, 21-18 untuk kemenangan tunggal putra peringkat 23 dunia tersebut.
Sebagai pemain yang lebih diunggulkan, Watanabe membuka laga dengan cukup baik hingga memimpin empat angka pada interval.
Keunggulannya masih bertahan selepas jeda dengan selisih sampai enam angka pada skor 13-7 atas Zhu yang merupakan tunggal putra ketujuh di negaranya.
Zhu memberi perlawanan luar biasa dengan merebut sembilan poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 16-13.
Watanabe baru bisa kembali menambah angka setelah melepaskan smes keras menyilang yang membuat Zhu sampai tersungkur untuk menyelamatkan shutllecock.
Ketertinggalan kembali dipangkas menjadi satu angka di 15-16. Smes keras lurus Watanabe yang tak dapat dijangkau oleh Zhu jadi alasannya.
Kedudukan bahkan kembali seimbang setelah lob silang dari Zhu terlalu jauh.
Watanabe kembali mendapatkan keunggulannya setelah smes keras dari Zhu hanya menabrak net.
Game point lebih dulu didapat wakil Jepang dengan selisih dua angka setelah melepaskan pukulan lurus memanjang.
Zhu bangkit dengan mencuri tiga poin beruntun untuk membalikkan keadaan menjadi 21-20. Drama set point terjadi sampai skor 22-22.
Tunggal putra China peringkat 69 dunia itu kemudian berhasil merebut dua poin selanjutnya untuk mengalahkan Watanabe pada gim pertama.
Smes keras silang yang dilepaskan Zhu mengakhiri gim pertama yang berjalan alot.
Berlanjut ke gim kedua, Watanabe tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya. Keunggulan juara Canada Open 2024 ini bertahan sampai akhir.
Pada gim pamungkas, Zhu kembali menggertak setelah memimpin lima angka pada skor 8-3.
Namun, Watanabe mengejar dengan membalas empat poin untuk memperkecil ketertinggalan menjadi satu angka.
Kedudukan akhirnya sama kuat setelah dorongan dari Zhu keluar. Momentum dimanfaatkan Watanabe untuk unggul dua angka pada interval.
Selepas jeda, Zhu sempat berbalik memimpin satu angka pada skor 13-12.
Momen itu tak dibiarkan lama-lama oleh Watanabe yang segera menyamakan angka. Kedudukan sama kuat sampai 16-16.
Watanabe kemudian membuka jarak menjadi dua angka sampai mencetak match point.
Poin kemenangan akhirnya didapat setelah smes keras Zhu berhasil dikembalikan oleh Watanabe dan menyeberang ke permainan lawan.
Gemuruh satu stadion yang terjadi sepanjang laga mendadak hening saat China menelan yang kedua kalinya di laga final hari ini.
Pada final sektor putri yang berlangsung pada pagi tadi, China kalah 0-3 dari Korea Selatan yang menurunkan ratu bulu tangkis, An Se-young.
Sementara itu Indonesia harus puas dengan dua medali perunggu setelah kekalahan yang dialami tim putra dan tim putrinya di semifinal.
REKAP FINAL KEJUARAAN BEREGU ASIA 2026
- MS1: Hu Zhe An vs Yushi Tanaka 10-21, 18-21
- MD1: He Ji Ting/Ren Xiang Yu vs Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi 17-21, 21-14, 15-21
- MS1: Zhu Xuan Chen vs Koki Watanabe 24-22, 17-21, 18-21
Putri: Korea Selatan 3-0 China
- WS1: An Se-young vs Han Qian Xi 21-7, 21-14
- WD1: Baek Ha-na/Kim Hye-jeong vs Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian 24-22, 21-8
- WS2: Kim Ga-eun vs Xu Wen Jing 19-21, 21-10, 21-17