Putri KW Ikut Berjuang pada Uber Cup 2026 saat Skuad Merah Putih Berpeluang Minim Perubahan - Bolasport
Putri KW Ikut Berjuang pada Uber Cup 2026 saat Skuad Merah Putih Berpeluang Minim Perubahan
Atlet Bulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani saat bertanding di Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2026). (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)BOLASPORT.COM - Putri Kusuma Wardani atau Putri KW memiliki peluang besar untuk menjadi andalan utama Indonesia di sektor tunggal putri pada ajang Uber Cup 2026.
Berkaca dari hasil Kejuaraan Beregu Asia 2026 yang digelar di Qingdao, China 2 pekan lalu membuat Indonesia mulai memetakan kekuatan untuk menghadapi Uber Cup 2026.
Tim Merah-putih melangkah hingga babak semifinal pada Kejuaraan Beregu Asia 2026 dengan menurunkan para pemain muda khususnya pada sektor tunggal putri.
Nama-nama familiar seperti Putri Kusuma Wardani dan Gregoria Mariska Tunjung diparkir dan diganti dengan darah muda untuk memberi mereka ruang berkembang.
Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, Ester Nurumi Tri Wardoyo dan Mutiara Ayu Puspitasari diturunkan dengan pencapaian yang penuh dinamika.
Untuk ajang Uber Cup 2026 yang akan digelar di Horsens, Denmark pada 24 April sampai 3 Mei mendatang, nama-nama tersebut diproyeksikan masih menjadi bagian dari tim.
Hal itulah yang diungkapkan oleh Imam Tohari selaku pelatih tunggal putri pelatnas bulu tangkis Indonesia di mana dia juga menambahkan Putri KW sebagai amunisinya.
Kehadiran Putri sangat diperlukan mengingat dia kini merupakan pemain terbaik Indonesia yang menduduki peringkat ke-6 dunia BWF.
"Sudah ada gambaran (skuad tunggal putri)," kata Imam, dilansir BolaSport.om dari DjarumBadminton.
"Dari kemarin yang BATC (Kejuaraan Beregu Asia) itu, paling plus Putri KW, tetapi garis besarnya itu," tuturnya menambahkan.
Untuk penentuan akhir skuad tunggal putri pada Uber Cup 2026, Imam akan mempertimbangkan performa terkini para pemain serta kebutuhan tim.
Dia juga menungkapkan, keputusan baru akan diambil mendekati batas akhir pendaftaran, meski secara garis besar kerangka tim telah terbentuk dan tinggal menunggu kesiapan masing-masing pemain.
Pada Kejuaraan Beregu Asia 2026 lalu, Thalita diplot sebagai tunggal putri utama berkaca dari ranking dunia yang dimiliki.
Dengan Putri KW dan Gregoria tidak turun dalam event tersebut, Thalita turun dalam total 4 pertandingan dari fase penyisihan hingga semifinal melawan Korea Selatan.
Dari 4 laga tersebut, Thalita belum mampu mempersembahkan poin bagi tim Indonesia.
"Thalita ini kita paksakan di tunggal pertama, karena ranking-nya paling terbaik itu adalah dia," ucap Imam.
"Dan itu menjadi penampilan beregu perdana buat Thalita," tuturnya menambahkan.
Kendati belum bisa menyumbang poin, Imam mengapresiasi upaya perlawanan yang ditunjukkan pemain peringkat ke-65 dunia tersebut.
"Saya cukup mengapresiasi, dan untuk ke depannya ada yang bisa kita ambil segi positifnya," ucap Imam menjelaskan.
"Maksudnya, dia memang belum menghasilkan poin, tapi dia beberapa kali itu melakukan perlawanan yang sangat berhasil," tuturnya menambahkan.
Adapun untuk Ester yang menjadi penentu kemenangan pada perempat final melawan Thailand, Imam merasa dia tak mengalami banyak penurunan berarti usai absen 8 bulan akibat cedera.
"Kalau dari segi permainan, dari segi teknik, nggak ada yang menurun jauh," kata Imam.
"Mungkin dari segi kelincahan sama fisik saja yang perlu dikuatin lagi ke depan," imbuhnya.
Baca Juga: Generasi Tunggal Putri Uber Cup 2022 Bubar Jalan, Komang Ayu Mundur dari Pelatnas PBSI