0
News
    Home Berita Dunia Internasional Featured FIFA ICC Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial UEFA

    Presiden FIFA dan UEFA Dilaporkan ke ICC atas Dugaan Membantu Kejahatan Perang - Kompas

    6 min read

     

    Presiden FIFA dan UEFA Dilaporkan ke ICC atas Dugaan Membantu Kejahatan Perang



    KOMPAS.com - Presiden FIFA, Gianni Infantino, dan Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, dilaporkan menjadi subjek pengaduan ke International Criminal Court atau ICC.

    Laporan tersebut diajukan terkait dugaan presiden FIFA dan UEFA tersebut dalam membantu kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di wilayah Palestina yang diduduki.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Melansir ANTARA, Jumat (20/2/2026), pengaduan setebal 120 halaman itu dikirim ke Kantor Jaksa ICC pada 16 Februari 2026 lalu.

    Dokumen tersebut diajukan oleh sejumlah kelompok advokasi, antara lain Irish Sport for Palestine, Scottish Sport for Palestine, Just Peace Advocates, Euro-Med Human Rights Monitor, dan Sport Scholars for Justice in Palestine.

    Momen Bus Ratchaburi Dikawal Ketat Polisi Usai Singkirkan Persib

    Sejumlah pesepak bola Palestina, klub lokal, pemilik tanah, serta organisasi hak asasi manusia di Palestina turut tercantum dalam pengaduan tersebut.

    Baca juga: FIFA Kerja Sama dengan Board of Peace untuk Pulihkan Gaza

    Isi Tuduhan terhadap FIFA dan UEFA

    Tuduhan berfokus pada partisipasi klub sepak bola Israel yang berbasis di permukiman di wilayah Palestina yang didukuki.

    Dalam pernyataan bersama, pengadu menyebut aktivitas kompetisi berlangsung di area yang dipersengketakan.

    “FIFA dan UEFA mengizinkan klub-klub tersebut bermain di liga yang diselenggarakan oleh Asosiasi Sepak Bola Israel dan menggelar pertandingan di atas tanah yang disita,” demikian isi pernyataan tersebut.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Baca juga: 4 Fase Transformasi Sepak Bola Gaza, FIFA Siapkan 50 Lapangan Mini hingga Akademi Modern

    “Mereka juga memberikan dukungan finansial dan struktural kepada klub-klub permukiman, beberapa di antaranya pernah bermain dalam kompetisi yang diselenggarakan UEFA,” imbuh pernyataan tersebut.

    Israel sebelumnya menyatakan tidak sependapat dengan pandangan PBB dan Mahkamah Internasional terkait status hukum permukiman di Tepi Barat.

    Hingga laporan ini dibuat, FIFA dan UEFA belum menyampaikan tanggapan resmi.

    Proses Hukum di ICC

    ICC berkedudukan di Den Haag, Belanda. Lembaga ini menangani perkara terkait kejahatan perang, genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, serta agresi.

    Individu dapat dimintai pertanggungjawaban atas kebijakan organisasi, sementara lembaga tidak diadili sebagai badan hukum.

    Baca juga: Beda Sikap dengan FIFA, UEFA Tegaskan Skorsing Rusia Masih Berlaku

    Pada Oktober lalu, Amnesty International mengirim surat terbuka kepada FIFA dan UEFA.

    Surat tersebut mendesak agar Asosiasi Sepak Bola Israel disuspensi hingga klub dari permukiman di wilayah Palestina tidak lagi terlibat dalam liga.

    Hanya saja, langkah tersebut ditunda setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dimediasi Amerika Serikat pada 29 September 2025 lalu.

    Kantor Jaksa ICC kini melakukan pemeriksaan awal untuk menilai aspek hukum pengaduan sebelum menentukan langkah berikutnya.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS