0
News
    Home Berita Featured Futsal Hector Souto Piala Asia Futsal Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Futsal Indonesia Timnas Indonesia Timnas Jepang

    Piala Asia Futsal 2026: Bawa Timnas Indonesia ke Final, Hector Souto Bosan Dicap Pencetak Sejarah - Liputan6

    7 min read

     

    Piala Asia Futsal 2026: Bawa Timnas Indonesia ke Final, Hector Souto Bosan Dicap Pencetak Sejarah

    Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto bosan dicap pencetak sejarah selepas keberhasilannya membawa skuad Garuda lolos final Piala Asia Futsal 2026.

    Hector Souto ogah dipanggil pencetak sejarah usai mengantar tim lolos final Piala Asia Futsal 2026. (Liputan6.com/Melinda Indrasari)

    Liputan6.com, Jakarta - Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto meminta publik berhenti menyebutnya pencetak sejarah setelah berhasil mengantar skuad Garuda lolos final Piala Asia Futsal 2026.

    Sebagaimana diketahui, Mochammad Iqbal dan kawan-kawan untuk pertama kalinya tiba di partai puncak ajang futsal level Asia menyusul kemenangan atas Jepang dalam partai semifinal dramatis yang berakhir dengan 5-3 di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta pada Kamis (5/2/2026).

    Sebelumnya, pencapaian terbaik pasukan Merah Putih hanyalah menjadi perempat finalis saat edisi Kuwait 2022. Langkah timnas futsal Indonesia kala itu dijegal oleh Jepang dengan skor tipis 2-3.

    Pencapaian tersebut tak ayal menambah panjang daftar prestasi yang dipersembahkan Hector Souto selama bertugas di Tanah Air.

    Dia sebelumnya telah mengantar tim menjuarai Piala AFF 2024, meraih emas perdana futsal di SEA Games 2025, hingga akhirnya menembus semifinal dan final untuk pertama kalinya dalam Piala Asia Futsal 2026.

    Komentar Tajam Berkelas Hector Souto

    Piala Asia Futsal 2026
    Pelatih timnas futsal Indonesia Hector Souto saat bicara kepada awak media selepas kemenangan atas Jepang di semifinal Piala Asia Futsal 2026 pada Kamis (5/6/2026). (Liputan6.com/Melinda Indrasari)

    Rangkaian prestasi tersebut sontak membuat Souto dijuluki 'pembuat sejarah baru' oleh awak media saat konferensi pers selepas laga semifial melawan Jepang.

    Namun, alih-alih senang, dia justru menolak dipasangi label tersebut sebab merasa sejarah bukan diciptakan oleh dirinya sendiri, melainkan anak-anak asuhnya.

    "Saya tidak membuat sejarah. Saya bukan pembuat sejarah. Tim saya yang memuat sejarah. Ini bukan hanya karena satu orang, melainkan semua pihak," tegas Souto.

    "Saya mulai sedikit lelah dengan (label) pencetak sejarah ini. (Pencapaian diraih berkat) semua pihak," imbuhnya.

    Singgung Pemain di Luar Lapangan

    Evan Soumilena perwakilan dari timnas Indonesia di Grand Final ANC 2024 mendatang.
    Evan Soumilena perwakilan dari timnas Indonesia di Grand Final ANC 2024 mendatang. (Foto: Istimewa)

    Tak cukup memberi kredit buat skuad di lapangan, Hector Souto juga menyinggung sejumlah pemain yang tak bisa tampil dalam Piala Asia Futsal 2026.

    Menurutnya, deretan penggawa absen seperti Evan Soumilena dan Muhammad Syaifullah juga punya andil penting di balik pencapaian skuad Garuda sejauh ini.

    "Bukan cuma pemain yang ada di sini (yang punya andil). Hari ini kita punya Evan di tribun. Kita juga punya Guntur Sulistyo di rumah. Dan ada pemain lain yang membantu kita seperti Dipo (Arrahman), (Andarias) Kareth, Anshori, Albagir," tambahnya.

    Minta Pengertian Fans

    Lebih lanjut, Hector Souto tak menampik bahwa dia memang bangga dengan pencapaian timnya. Walau begitu, sang pelatih ingin fans kebih pengertian pada tengah perjalanan timnas futsal Indonesia yang mungkin tak selalu menang di momen-momen selanjutnya.

    "Tentu saja kami sangat bangga dengan apa yang kami lakukan sejauh ini. Kami mencoba mendorong batas-batas Indonesia agar sampai ke standar internasional," kata Souto.

    "Namun, fans harus mengerti bahwa kami selalu mencoba yang terbaik. Kadang kami bisa menang, kadang kami kalah," tandasnya.


    Komentar
    Additional JS