Performa Tunggal Putra Dikesampingkan, BAM Ingin Penantian 34 Tahun Thomas Cup Diakhiri di Tangan Lee Chong Wei - Bolasport
BOLASPORT.COM - Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) bertekad mencapai misi dalam Thomas Cup 2026 di Horsens, Denmark, dari 24 April hingga 3 Mei.
BAM mengesampingkan kekhawatiran atas performa yang tidak konsisten dari sektor tunggal putra.
Presiden BAM Tengku Datuk Seri Zafrul Abdul Aziz menekankan bahwa pihaknya harus terus membidik target tinggi.
BAM ingin memenangkan Thomas Cup. Hal ini menjadi salah satu dari lima target utama di bawah cetak biru Tangkis Juara 2030 yang diperkenalkan Oktober lalu.
Zafrul mengatakan para pemain yang terpilih untuk mewakili negara harus menunjukkan ketahanan dan keyakinan saat mereka berupaya mengakhiri penantian Malaysia selama 34 tahun untuk meraih gelar tersebut.
Malaysia terakhir kali mengangkat trofi Thomas Cup saat turnamen digelar di Malaysia pada 1992.
“Dalam olahraga dan dalam kehidupan, kita semua memiliki target. Individu memiliki tujuan pribadi, perusahaan memiliki target, dan BAM memiliki target," ucap Zafrul dilansir dari The Star.
"Bagi saya, selalu lebih baik untuk membidik setinggi langit. Jika Anda gagal, itu dapat diterima, tetapi Anda harus memberikan yang terbaik,” kata Zafrul.
“Yang tidak kita inginkan adalah membuat alasan jika kita gagal. Sebaliknya, kami belajar dari pengalaman dan kembali lebih kuat."
Saat ini, situasinya tidak terlihat menjanjikan bagi tim nasional untuk memenangkan Thomas Cup dengan penampilan pemain tunggal putra pada Kejuaraan Beregu Asia 2026 di Qingdao, China yang jauh dari harapan.
Malaysia tersingkir pada perempat final dan tidak lolos berdasarkan prestasi.
Namun, tim diperkirakan tidak akan menghadapi masalah untuk berpartisipasi di Horsens, karena mereka akan lolos melalui peringkat dunia mereka.
Oleh karena itu, Zafrul juga menaruh kepercayaannya pada struktur kepelatihan saat ini, termasuk ketua komite kinerja Lee Chong Wei, untuk menentukan arah yang tepat bagi tim.
“Saya optimis. Kami memiliki pemain, kita memiliki pelatih, dan kami memiliki kepemimpinan di BAM untuk mewujudkan ini," ucap Zafrul.
"Ini adalah kesempatan kita dan kita harus percaya bahwa kita bisa menang."
“Dalam olahraga, akan ada pemenang dan pecundang. Anda tidak bisa menang setiap saat."
“Tetapi bagi Malaysia, yang terpenting adalah kita memberikan semua yang kita miliki,” tambahnya.
Zafrul berbicara setelah menjamu kunjungan pelindung BAM Datuk Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail, yang juga istri Perdana Menteri, di Akademi Bulu Tangkis Malaysia di Bukit Kiara kemarin.
Selama pertemuan tersebut, Zafrul memberi pengarahan kepada Wan Azizah tentang misi tim nasional dan menerima dukungan penuhnya untuk upaya mereka memenangkan Piala Thomas.
“Ia setuju dengan target kami untuk mengerahkan seluruh kemampuan demi memenangkan Piala Thomas," ujar Zafrul.
"Ia juga menekankan bahwa disiplin akan menjadi kunci utama dalam mencapai kesuksesan tersebut,” kata Zafrul.
Baca Juga: Alasan-Alasan BWF Mau Ganti Sistem Skor Jadi 3x15, Akhir April Bakal Ketok Palu