0
News
    Home Arsenal Featured Manchester City Pep Guardiola Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Berita

    Pep Guardiola Mulai Pesimis Kejar Arsenal, Sudah Waktunya Meriam London Buka Puasa? - Bolasport

    8 min read

     

    Pep Guardiola Mulai Pesimis Kejar Arsenal, Sudah Waktunya Meriam London Buka Puasa?

    Pep Guardiola merasa tidak yakin dalam perburuan gelar Liga Inggris musim ini. (GLYN KIRK/AFP)

    BOLASPORT.COM - Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mulai mengumbarkan pernyataan tidak optimis terkait perebutan gelar Liga Inggris musim ini saat timnya tertinggal enam poin dari Arsenal.

    Memasuki pekan ke-26 Liga Inggris, juru taktik asal Spanyol itu tidak menggebu-gebu dalam menjawab pertanyaan tentang kemungkinan The Citizens meraih trofi Premier League lagi di musim ini.

    Meski pada pekan lalu berhasil menang dramatis atas Liverpool dengan skor 2-1, mantan arsitek Barcelona itu tetap mengungkapkan bahwa gaya main anak asuhnya masih jauh dari maksimal.

    Guardiola menyoroti inkonsistensi performa timnya yang kerap menunjukkan kualitas berbeda antara babak pertama dan kedua dalam beberapa pertandingan terakhir.

    Ada kalanya Man City tampil gemilang di babak pertama namun melempem di babak kedua, begitupun sebaliknya, menciptakan dinamika pertandingan yang sulit diprediksi.

    Hal ini menjadi perhatian serius Guardiola karena tingkat konsistensi The Sky Blues saat ini tidak sama dengan musim-musim sebelumnya ketika mereka mendominasi kompetisi.

    Seperti diketahui, dalam delapan tahun terakhir, Man City memang selalu menjadi kekuatan dominan di kompetisi tertinggi Liga Inggris.

    Sejak bergabung pada musim 2016-2017, Guardiola langsung tancap gas dengan memamerkan kualitasnya sebagai juru taktik handal.

    Baca Juga: Psywar ala Pep Guardiola Dimulai, Sebut Arsenal Klub Terbaik Dunia usai Bawa Man City ke Final Piala Liga Inggris

    Guardiola hanya membutuhkan waktu satu musim untuk beradaptasi sebelum akhirnya membawa gelar Liga Inggris pertama untuk Man City di musim 2017-2018.

    Hingga musim 2024-2025, The Citizens total sudah mengoleksi enam gelar juara Liga Inggris di bawah kepelatihan Guardiola.

    Hanya dua kali Liverpool diberikan ruang oleh City untuk merasakan gelar juara, yakni pada musim 2019-2020 dan 2024-2025.

    Dalam persaingannya dengan Arsenal beberapa musim terakhir, Guardiola juga sangat dominan ketika The Gunners sering kehabisan tenaga di fase krusial dan berakhir sebagai runner-up.

    Musim ini, peta persaingan memperebutkan trofi Liga Inggris kembali menjadi adu kuat antara Arsenal dan Man City dengan The Gunners memimpin klasemen.

    Arsenal sementara mengoleksi 56 poin disusul City membuntuti di peringkat kedua dengan 50 poin, menjadikan perburuan gelar semakin menarik.

    Pada lanjutan pekan ke-26, Manchester City akan tampil lebih dulu saat menjamu Fulham di Etihad Stadium, Kamis (12/2/2026) dini hari WIB.

    Sementara itu, anak asuh Mikel Arteta baru akan bertanding pada Jumat (13/2/2026) dini hari WIB melawan Brentford.

    The Citizens berpeluang memangkas jarak menjadi tiga poin dari Arsenal jika berhasil menumpas Fulham pada pertandingan mendatang.

    Namun, pernyataan Pep Guardiola terkesan mengagetkan dengan nada pesimistis dalam perburuan trofi Liga Inggris musim ini.

    Baca Juga: Mulai Sadar, Arteta Sebut Kesalahan Terbesarnya yang Bikin Arsenal Puasa Gelar

    "Yang saya katakan adalah apa yang harus kita lakukan untuk mengalahkan Fulham? Apa yang harus kita lakukan agar lebih baik? Apa alasan mengapa di babak kedua performa kita masih menurun?" ungkap Guardiola dikutip dari Metro UK.

    "Jika kita tidak memperbaiki itu, kita tidak akan menang, dan mungkin jika bukan melawan Fulham, melawan Newcastle atau pertandingan berikutnya, kita akan kalah."

    "Saya mengerti betapa menyenangkannya tiga poin atau sembilan poin dan hal-hal semacam itu, tetapi itu tidak menjamin kemenangan gelar atau mencapai tahap akhir untuk bersaing memperebutkan gelar."

    "Ketika kita memiliki 60 atau 70 persen pemain baru, kita tidak memiliki apa yang kita miliki di masa lalu, dan setelah musim kedua atau ketiga kita berhasil, kita mampu melakukannya, tetapi sekarang kita harus membuktikannya."

    "Saya tidak tahu apakah kita mampu memenangkan tiga, empat, lima, enam pertandingan berturut-turut, saya tidak tahu," tutup Guardiola.

    Pada era dominasi Man City di Liga Inggris, memang terdapat sederet pemain kunci seperti Kevin de Bruyne, Kyle Walker, dan Ilkay Gundogan yang kini sudah tidak lagi menjadi tulang punggung lantaran telah meninggalkan klub.

    Pep Guardiola masih belum yakin bahwa tim miliknya saat ini yang mayoritas diisi pemain baru dapat mencapai level konsistensi seperti era keemasan mereka sebelumnya.

    Jika memang dalam beberapa pertandingan mendatang Man City tidak mampu tampil konsisten, bukan tidak mungkin musim ini akan menjadi milik Arsenal setelah terakhir kali mereka menjuarai Liga Inggris pada musim 2003-2004.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS