Pemain Malaysia Curhat Takut Keluar Rumah saat Kritik Berubah Jadi Ancaman Penyerangan - Bolasport
BOLASPORT.COM - Beberapa pebulu tangkis Malaysia mendapatkan ancaman penyerangan sebagai alasan bentuk kekecewaan penggemar atas performa mereka di lapangan.
Pemain ganda campuran Malaysia, Toh Ee Wei, dan pemain ganda putra independen, Ong Yew Sin, mendapatkan ancaman secara daring.
Namun, tindakan tersebut tentu tidak dibenarkan jika alasannya hanya performa di dalam lapangan.
"Kami berlatih keras dan bermain untuk negara kami," kata Toh Ee Wei, dilansir BolaSport.com dari New Straits Times.
"Menang atau kalah adalah bagian dari olahraga, tetapi yang terpenting adalah sikap kami dan bahwa kami memberikan segalanya di lapangan. Kami bangga mewakili Malaysia," ujarnya.
"Jika tidak ada kritik, Anda tidak bisa berkembang," katanya.
"Tetapi jangan menghina orang lain. Kita harus kuat untuk menghadapi semua masalah ini," ucap anak didik pelatih Nova Widianto itu.
Kritik bermula karena prilaku Toh Ee Wei yang dianggap kurangnya komunikasi dengan Chen Tang Jie. Namun, dia telah membantahnya.
Dia mencatat bahwa reaksi negatif di media sosial semakin umum terjadi, terutama setelah kekalahan.
Adapun kasus yang dialami Ong Yew Sin adalah mendaptkan ancaman dari seorang penggemar yang tidak puas.
Penggemar tersebut akan melakukan penyerangan dan melukai Ong Yew Sin jika ia tidak pensiun setelah serangkaian hasil buruk.
Insiden tersebut menjadi perhatian khusus bagi Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia dan juga harus menjadi perhatian bagi Badan Federasi Bulu Tangkis Dunia.
Ganda campuran Malaysia, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei, saat tampil dalam babak final Indonesia Masters 2026 melawan wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2026). (TOMMY NICOLAS/BOLASPORT.COM)"Saya rasa jika Anda mewakili Malaysia, ketika Anda kalah, akan ada orang yang mengatakan berbagai hal," tambah Toh Ee Wei.
"Tapi hidup terus berjalan. Keesokan harinya kamu tetap bangun dan berlatih."
Toh Ee Wei mengaku bahwa dirinya sampai takut untuk keluar rumah karena masifnya ancaman dari media sosial.
"Memang menyedihkan dikritik, tetapi sebagai pemain kita harus kuat. Saya bisa menerima kritik yang membangun, tetapi bukan yang menghina," ucap Toh, dilansir dari HarianMetro.
"Kadang-kadang saya merasa takut ketika berada di luar karena hal-hal seperti itu," katanya saat ditemui di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM), Jumat (6/2/2026).
Terlepas dari ancaman, dia mengaku masih banyak penggemar yang memberikan dukungan.
"Banyak penggemar yang mendukung saya," katanya.
"Itu membuat saya bahagia dan memberi saya semangat lebih untuk bermain bagi Malaysia," ujarnya.