Noda Besar dari Cabor Berprestasi, Pelatih Panjat Tebing Diduga Lakukan Kekerasan dan Pelecehan Seksual ke Atletnya - Bolasport
Noda Besar dari Cabor Berprestasi, Pelatih Panjat Tebing Diduga Lakukan Kekerasan dan Pelecehan Seksual ke Atletnya
BOLASPORT.COM - Kabar mengejutkan datang dari panjat tebing ketika Federasi Panjat Tebing Indonesia menonaktifkan kepala pelatih, Hendra Basir.
Hendra Basir telah diberhentikan sementara dari jabatannya melalui Surat Keputusan FPTI yang dikeluarkan pada 9 Februari 2026.
Keputusan ini diambil setelah dugaan tindakan kekerasan hingga pelecehan seksual oleh Hendra terhadap sejumlah atlet di lingkungan pelatnas panjat tebing.
Ada delapan atlet yang menyampaikan aduan mereka kepada Ketua Umum, Yenny Wahid, pada 28 Januari lalu sebagaimana diterangkan dalam SK.
Selain tidak akan menjalan tugasnya sampai proses penyelidikan selesai, Hendra dilarang hadir di Pelatnas, kegiatan-kegiatan FPTI, sampai berhubungan dengan para atlet Pelatnas.
Hendra Basir sendiri terlibat dalam kesuksesan panjat tebing sebagai cabang olahraga andalan Indonesia.
Panjat tebing konsisten menghasilkan raihan emas di ajang multi-event besar seperti Asian Games Hangzhou 2022 hingga Olimpiade Paris 2024.
Hendra pun mendampingi Veddriq Leonardo ketika mencatat sejarah sebagai atlet Indonesia yang pertama di luar bulu tangkis untuk meraih emas Olimpiade.
Baca Juga: Indonesia Jadi Juara Umum di 11 Cabor SEA Games 2025
Namun, FPTI tetap menjunjung tinggi keamanan atlet. Kekerasan terhadap perempuan, anak, dan pelecehan seksual tidak ditolerir sama sekali.
Seperti dilansir dari Antaranews.com, tim pencari fakta (TPF) pun telah dibentuk secara internal untuk menangani kasus ini.
Walaupun peran Hendra terhadap prestasi panjat tebing diakui, proses penyeledikan tetap akan dilakukan secara objektif.
Hal itu sebagaimana dikatakan sekretaris umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro.
"Jadi sesuai surat keputusan organisasi, Hendra Basir diberhentikan sementara sampai dengan ada keputusan dari TPF yang telah dibentuk," kata Wahyu.
Wahyu juga menjelaskan masa jabatan Hendra akan berakhir pada 28 Februari 2026. Apapun hasil penyeledikan, dia tidak akan menjadi kepala pelatih lagi.
"TPF juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak terkait masalah ini," tukas Wahyu.
"Kalau untuk proses hukum di pihak berwenang (polisi) saya belum bisa berkomentar apakah sudah ada atau belum."
"Ini juga kasus yang sensitif bagi korban yang merupakan atlet."
Terungkapnya kasus kekerasan dan pelecehan yang dilakukan Hendra Basir dan proses investigasi yang berjalan dipastikan tidak akan terganggun aktivitas atlet di pelatnas.
Tim panjat tebing Indonesia bersiap untuk Asian Games 2026.
Dalam perhelatan sebelumnya di Hangzhou, China, pada 2023 lalu, Indonesia meraup 1 emas, 2 perak, dan 2 perunggu dari panjat tebing.
Desak Made Rita Kusuma Dewi mempersembahkan satu-satunya raihan emas dari nomor speed perorangan putri.
Emas kedua pun nyaris didapatkan dari speed beregu putra. Apes, insiden false start membuat regu Indonesia otomatis kalah dari China selaku tuan rumah.
"Nanti tanggal 3 Maret, para atlet pelatnas sudah di bawah tim kepelatihan yang baru dan mulai berlatih untuk menghadapi Kualifikasi Asian Games 2026," ujar Wahyu.
FPTI telah melakukan seleksi pelatih untuk periode yang baru.