0
News
    Home Berita Featured Liga Champions Asia 2 Persib Bandung Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Misi Mustahil Persib di Kancah Asia, Indra Jaya: Buang Mentalitas Liga, Saatnya Main 'Total Nekat'! - Priangan Timur

    4 min read

     

    Misi Mustahil Persib di Kancah Asia, Indra Jaya: Buang Mentalitas Liga, Saatnya Main 'Total Nekat'?! 


    Pengamat Sepakbola, Indra Jaya: Persib harus tampil 'total nekat' pada laga kontra Ratchaburi/Instagram/@indrajaya23 /

    PRIANGANTIMURNEWS – Persib Bandung sedang berdiri di tepi jurang. Kekalahan telak 0-3 pada leg pertama bukan sekadar angka, melainkan tamparan keras yang menuntut perubahan radikal. 

    Jika Maung Bandung masih membawa pola pikir "aman" ala kompetisi domestik, maka perjalanan mereka di turnamen ini dipastikan tamat lebih awal.

    Pengamat sepak bola, Indra Jaya kepada priangantimurnews.pikiran-rakyat.com Selasa (17/2/2026) menegaskan bahwa laga hidup mati Rabu besok bukan lagi soal taktik di atas kertas, melainkan soal keberanian untuk keluar dari zona nyaman Liga 1 yang selama ini membelenggu kreativitas menyerang Persib.

    Baca Juga: Misi Persib Gilas Ratchaburi: Beckham Putra Siap Jadi Kartu As!

    Bukan Lagi Soal Poin, Tapi Harga Diri:

    Menurut Indra, penyakit utama tim-tim lokal saat berlaga di level internasional adalah ketergantungan pada gaya defend to counter. Namun, dalam situasi tertinggal tiga gol di fase gugur, gaya tersebut sudah basi.

    "Lupakan soal satu poin atau menang tipis 1-0 seperti di liga. Ini turnamen, ini fase knock-out. Pilihannya cuma dua: menang besar atau pulang dengan kepala tertunduk," ujar Indra Jaya. 

    Ia menekankan bahwa Bojan Hodak harus berani menginstruksikan high pressing sejak detik pertama. Gol cepat di bawah 15 menit adalah harga mati untuk merusak mental lawan sekaligus membakar semangat di lapangan.

    Baca Juga: Tekad Maung Bandung di Leg 2 ACL 2: Prediksi Susunan Pemain Persib vs Ratchaburi dan Peluang 'Remontada'

    Eksperimen 3-4-3: Menambah Daya Ledak:

    Indra menyoroti lini depan Persib yang belakangan tampak tumpul. Ia menyarankan transformasi formasi menjadi 3-4-3 untuk menumpuk pemain bernaluri menyerang di area lawan.

    "Lini depan kita butuh ketajaman ekstra. Menambah jumlah gelandang serang bisa jadi solusi, asalkan disiplin transisi tetap terjaga. Saat kehilangan bola, dua gelandang sayap harus segera turun sejajar dengan tiga bek. Intinya, Persib harus menyerang dengan jumlah pemain yang lebih banyak daripada biasanya," tambahnya.

    Risiko pertahanan menjadi terbuka memang tidak terhindarkan. Namun, dalam kacamata Indra, bermain defensif saat sudah tertinggal 0-3 jauh lebih berbahaya daripada bermain terbuka dan berisiko kebobolan lagi.

    Baca Juga: Bojan Hodak Minta Maaf, Tapi Janjikan Balas di GBLA, Bisakah Persib Lolos ke Perempat Final?

    Pada akhirnya, Bobotoh tidak hanya menuntut kemenangan, melainkan karakter. Jika pun takdir berkata lain, setidaknya Persib harus tumbang dalam posisi sedang menghunus pedang, bukan sedang meringkuk bertahan. 

    Besok bukan waktunya bermain cantik nan pelit, besok adalah waktunya main habis-habisan karena panggung Asia tidak butuh tim yang hanya sekadar "numpang lewat" dengan mentalitas liga lokal.***


    Komentar
    Additional JS