0
News
    Home Berita Fabio Quartararo Featured Marc Marquez MotoGP Spesial

    Mengintip Gaji Pembalap MotoGP, Sudahkah Marquez Saingi Quartararo sebagai Joki Termahal? - Bolasport

    6 min read

     

    Mengintip Gaji Pembalap MotoGP, Sudahkah Marquez Saingi Quartararo sebagai Joki Termahal?


    Pembalap Ducati, Marc Marquez, dalam wawancara dengan media di Hotel Four Seasons Kuala Lumpur, Sabtu (7/2/2026). (DELIA MUSTIKASARI/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, mendapatkan lonjakan pemasukan setelah kesuksesan besar yang didapatkannya. Namun, gajinya masih bukan yang termahal di paddock.

    Marc Marquez pernah menjadi pembalap yang paling membuat rekening pabrikan jebol di MotoGP.

    Menurut Crash.net dan Motorsport.com, pada tahun-tahun terakhirnya bersama Repsol Honda, si Alien diperkirakan menerima gaji sebesar 20 juta euro setiap tahunnya.

    Menurut kurs rupiah sekarang, itu setara 399 juta rupiah.

    Gaji pembalap tidak pernah dibagikan kepada publik.

    Namun, gaji 20 juta euro yang didapatkan Marquez itu santer disebut, apalagi saat dia mengakhiri kontraknya setahun lebih cepat untuk pindah ke Gresini pada 2024.

    Sebab, Marquez memilih berlomba di tim satelit dengan kekuatan finansial yang tidak mewah dan bahkan akhirnya mengaku tanpa bayaran.

    Baca Juga: Toprak Razgatlioglu Kesulitan dengan Ban Michelin, Kelemahan Yamaha Makin Terekspos

    "Saya meninggalkan Honda dan berlomba secara cuma-cuma untuk tim yang sangat bagus yaitu Gresini," ucap Marquez dalam wawancara dengan MotoGP akhir tahun lalu.

    "Saya berlomba cuma-cuma hanya untuk membuktikan kepada diri saya bahwa saya masih bisa bersaing, itu tantangan yang besar dan saya mempertaruhkan banyak hal."

    Marquez sebenarnya makin tajir melintir kalau mau bersabar dengan Honda.

    Diario AS melaporkan pabrikan Sayap Emas telah menyiapkan 100 juta euro untuk kontrak baru berdurasi empat tahun baginya.

    Artinya, Marquez berpeluang mendapat 25 juta euro per tahunnya. Hampir setengah triliun rupiah. Namun, semua itu dilepasnya agar bisa menang balapan lagi.

    Pertaruhan Marquez terbayarkan. Tak hanya kembali bersaing di depan, dia menjadi ujung tombak tim pabrikan dan menjuarai MotoGP lagi secara dominan.

    Di tim Ducati yang diperkuatnya sejak tahun lalu, kondisi finansial Marquez lebih baik walau masih jauh dari nominal yang didapatkannya di Honda.

    Ducati diketahui menetapkan porsi yang besar terhadap bonus performa. Marquez diperlakukan sama walau punya nama besar.

    Menurut Motorsport.com, gaji pokok Marquez sekitar 3 juta euro.

    Pemasukan si Semut dari Cervera bertambah dari catatan 11 kemenangan GP dan gelar juara dunia pada akhir musim, masing-masing diganjar bonus di atas 2 juta euro.

    Kalau dijumlahkan, pendapatan Marquez musim lalu setidaknya mencapai 7 juta euro alias 139 miliar rupiah, tak sampai setengah dari pendapatan bersihnya di Honda.

    Nominal itu juga masih jauh dari perkiraan gaji Fabio Quartararo di Monster Energy Yamaha. El Diablo diyakini menjadi rider termahal di MotoGP saat ini.

    Situasi Quartararo di Yamaha seperti Marquez di Honda. Dia 'menggendong' pabrikan besar yang sedang kepayahan dalam beberapa musim terakhir.

    Melansir dari Autosport.com, Quartararo menerima gaji 12 juta euro per tahun (Rp239 miliar) dari perpanjangan kontrak dengan pabrikan Garpu Tala untuk 2025-2026.

    Kembali ke Marquez, dominasi tak tertandingi musim lalu membuat Ducati harus memutar otak saat berusaha mempertahakannya dengan bujet yang tersedia.

    Direktur Olahraga Ducati, Mauro Grasilli, secara tersirat membeberkan pihaknya akan membagi porsi yang lebih besar untuk gaji Juara Dunia sembilan kali itu.

    "Strategi anggaran kami tetap sama," ucap Direktur Olahraga Ducati, Mauro Grasilli, saat ditanya mengenai potensi kenaikan gaji bagi Marquez seperti dilansir dari Moto.it.

    "Saat menghitung totalnya, kami pasti memiliki sedikit persentase yang lebih tinggi bagi pembalap yang mendapatkan hasil terbaik."

    "Strategi Ducati tetap sama. Sebagai pabrikan kami sangat memperhatikan biayanya, kami harus mempertimbangkan dinamika dan di atas semua itu, nominal yang tersedia."

    "Inilah tantangan sebenarnya, berusaha mendapatkan pembalap terbaik dengan nominal yang pastinya tidak sama dengan yang ditawarkan pabrikan lainnya."

    Kontrak Marquez di Ducati akan habis pada akhir tahun ini. Ducati berharap bisa mendapatkan tanda tangannya sebelum kejuaraan musim ini dimulai.

    Baca Juga: Veda Balapan Sendirian Lagi di Tes Pramusim Moto3, Kian Dekati Ritme Pembalap 10 Besar, Uriarte Diam-Diam Berbahaya

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS