Kontroversi Olimpiade Musim Dingin 2026: Kekisruhan Keamanan dan Perdebatan Penempatan Agen AS (ICE) di Milan-Cortina - Mistar iD
Personel militer berjaga di Piazza Duomo menjelang Olimpiade Milano Cortina 2026 Milan, Italia, pada Senin. Agen dari unit Investigasi Keamanan Dalam Negeri ICE juga akan hadir di Olimpiade tersebut, sehingga memicu kemarahan dari beberapa politisi Italia. (foto:Piero Cruciatti/AFP melalui Getty Images/nwpb/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kontroversi jelang pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina d’Ampezzo, Italia semakin memanas setelah rencana keterlibatan agen dari U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) dalam operasi keamanan nasional memicu kecaman publik dan politisi Italia. Pekan terakhir Januari 2026, berita tentang kehadiran agen AS itu memicu protes, kebingungan diplomatik, dan diskusi panjang tentang batas peran lembaga penegak hukum asing di ajang olahraga terbesar di dunia.
Rencana Penempatan ICE: Dukungan Keamanan atau Provokasi Politik?
Pihak pemerintah AS melalui sumber di Kedutaan Besar AS di Roma dan laporan media internasional mengonfirmasi bahwa sejumlah agen ICE akan berpartisipasi dalam operasi keamanan terkait Games 2026, namun bukan sebagai penegak hukum imigrasi di Italia. Peran mereka terutama adalah mendukung detail keamanan diplomatik AS, bekerja sama dengan unit seperti Homeland Security Investigations (HSI) dan Diplomatic Security Service untuk mengidentifikasi serta memitigasi ancaman kriminal transnasional yang mungkin mengarah ke acara tersebut.
Pernyataan resmi dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menekankan bahwa ICE tidak akan melakukan operasi penegakan imigrasi di luar negeri dan semua tugas tetap berada di bawah hukum serta otoritas Italia.
Meski demikian, berita ini tiba ketika ketegangan politik antara AS dan sejumlah sekutu Eropa sedang meningkat, sehingga dampaknya tidak hanya teknis tetapi sangat politis.
Reaksi Keras di Italia: “ICE Tidak Diterima”
Salah satu respon paling tajam datang dari Wali Kota Milan, Giuseppe Sala, yang secara publik menolak keras keterlibatan ICE dalam acara olahraga tersebut.
“Ini adalah milisi yang membunuh…”
Sala menggambarkan ICE dengan istilah yang kuat, menyatakan bahwa agensi yang telah dikritik dalam negeri AS karena catatan kekerasan tidak sesuai dengan “cara demokratis dalam memastikan keamanan”.
Kemarahan politik juga datang dari tokoh masyarakat dan anggota parlemen Italia yang menilai keputusan pemerintah nasional untuk membiarkan ICE hadir sebagai bentuk penyerahan kedaulatan keamanan kepada kekuatan luar. Beberapa kelompok bahkan meluncurkan petisi menolak kehadiran agen tersebut di wilayah Italia.
Upaya Pemerintah Italia Mengelola Ketegangan
Menanggapi kritik panas ini, pejabat tinggi Italia termasuk Menteri Luar Negeri Antonio Tajani dan Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi mencoba meredakan kekhawatiran publik. Tajani berusaha membedakan peran teknis ICE yang “tidak serupa dengan operasi di jalanan Minneapolis” dan menegaskan bahwa agen tersebut tidak akan bertindak di luar ruang koordinasi keamanan di konsulat AS di Milan.
Piantedosi juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana ICE beroperasi secara bebas di Italia, dan bahwa penugasan itu tetap dalam kerangka kerja sama bilateral serta dilaksanakan tanpa otoritas penegakan domestik.
Debat Lebih Besar: Nilai Olimpiade vs Realitas Keamanan
Kontroversi ini melampaui aspek teknis penempatan ICE dan masuk ke ranah simbolis yang lebih luas: bagaimana sebuah badan keamanan asing dengan reputasi kontroversial bisa terlibat dalam acara yang melambangkan perdamaian, persatuan, dan kerjasama internasional.
Bagi sebagian pihak, Olimpiade bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga panggung diplomasi global — dan setiap detail, termasuk aspek keamanan, mencerminkan nilai dan citra negara tuan rumah serta komunitas global.
Apa yang Diantisipasi Menjelang Pembukaan Games?
Dengan pembukaan Olimpiade yang dijadwalkan 6–22 Februari 2026, semua mata kini tertuju pada bagaimana isu ini akan berlanjut. Ada kemungkinan dialog bilateral antara Italia dan AS akan terus berlangsung hingga menit terakhir untuk merumuskan batasan serta persepsi publik terhadap peran ICE.
Kontroversi ini juga bisa mempengaruhi opini publik global tentang keamanan acara besar dan memperluas diskusi seputar hubungan transatlantik di tengah perubahan geopolitik yang kompleks.
(berbagaisumber/ai/hm27)
