0
News
    Home Berita Featured Liga Indonesia Persib Bandung Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League Viking

    Kelompok Viking: Persib Mau Naik Level, Realitasnya Berbeda - detik k

    3 min read

     

    Kelompok Viking: Persib Mau Naik Level, Realitasnya Berbeda


    Foto: Bima Bagaskara/detikJabar
    Jakarta -

    Salah satu kelompok suporter Persib Bandung Viking Farmasi juga kecewa kericuhan terjadi. Padahal tim sedang berusaha naik kelas, walau realitasnya masih jauh.

    Segelintir suporter Persib melakukan kericuhan seusai laga leg 2 Babak 16 Besar AFC Champions League (ACL) 2 di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026). Persib menang 1-0, namun kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi.

    Kegagalan comeback membuat Persib tersingkir dari ACL 2. Suporter yang tidak terima kenyataan, meluapkan kekecewaan dengan masuk ke lapangan setelah laga.

    "Semua bobotoh juga pasti sama kecewa dengan hasil kemarin, terutama pada wasit yang memimpin pertandingan kemarin, terlihat dengan keputusan yang merugikan tim Persib," kata Ketua Viking Farmasi Kris Jelly, dikutip daridetikJabar.

    "Sangat menyayangkan adanya insiden setelah pertandingan, padahal Persib sedang berjuang menaikkan ranking klub di level internasional, namun realita di lapangan justru penuh kekacauan," ujarnya menambahkan.

    Kris menambahkan, ia berharap manajemen evaluasi total terhadap sistem pengamanan laga. Selain citra klub tercoreng, sanksi dari AFC pun seperti hanya tinggal menunggu waktu.

    Ia tidak ingin kejadian serupa terulang. Klub harus bisa membuat solusi untuk bisa melakukan pencegahan ke depannya, sementara suporter juga harus berbenah diri.

    "Kalau ada petasan dan botol yang lolos masuk ke tribun, ini jadi rapor merah buat sistem pengamanan di stadion. Karena ini bukan kejadian sekali-dua kali. Pertandingan sebelumnya pun sudah pernah terjadi, baik di liga maupun ACL 2. Kalau nggak salah saat Persib vs Selangor dan Persib langsung kena sanksi," ucap Kris.

    "Mudah-mudahan semua Bobotoh bisa lebih dewasa dalam bertindak dan berpikir berulang kali ketika akan melakukan sesuatu yang bisa merugikan tim, karena kuncinya ada di kesadaran masing-masing. Mau seketat apapun dan mau seberat apapun sanksi, kalau dari pelakunya sendiri tidak punya kesadaran ya susah," tuturnya.




    (mro/aff)

    Komentar
    Additional JS