Kejuaraan Beregu Asia 2026 - Sumbang Poin Pertama Indonesia atas Jepang, Rachel/Febi Ungkap Kunci Kalahkan Juara All England - Bolasport
Kejuaraan Beregu Asia 2026 - Sumbang Poin Pertama Indonesia atas Jepang, Rachel/Febi Ungkap Kunci Kalahkan Juara All England
BOLASPORT.COM - Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum sukses menjadi penyumbang angka pertama Indonesia atas Jepang di Kejuaraan Beregu Asia 2026.
Bermain sebagai ganda putri pertama di partai kedua, Rachel/Febi sukses membuka harapan Indonesia.
Dari tertinggal 0-1, mereka membuat skuad Merah-Putih menyamakan kedudukan 1-1.
Rachel/Febi mengalahkan ganda senior Jepang, Arisa Igarashi/Chiharu Shida.
Shida sendiri merupakan juara All England bersama Nami Matsuyama pada tahun lalu.
Sedangkan Igarashi, terkenal spesialisasinha sebagai pemain depan di sektor ganda campuran bersama Yuta Watanabe. Mereka meraih perunggu dua kali di Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024.
Pertandingan selama 1 jam 17 menit itu berlangsunh super dramatis.
Pasalnya, Rachel/Febi melakukan pengejaran luar biasa pada gim kedua dan ketiga.
Setelah menang di gim.pertama, mereka goyah di gim kedua dengan tertinggal jauh tapi berhasil sempat berbalik unggul 17-16.
Setelah dipaksakan rubber game, di gim.ketiga mereka kembali tertinggal 14-18 tetapi akhirnya menang dengan skor akhir 21-14, 18-21, 23-21.
"Puji Tuhan senang banget bisa menyumbang poin dan tanpa cedera apapun," ungkap Rachel dikutip Bolasport dari rilis pers PBSI.
"Tadi pertama kami coba buat tenang tapi tidak boleh santai, tetap fokus dan tidak mau kalah," tambahnya.
Rachel tak menyangka masiih bisa menyusul dalam keadaan tertekan dan tertinggal cukup jauh.
Namun dengan pola pikir satu demi satu poin, mereka berhasil mencari celah Igarashi/Shida.
"Sebetulnya di gim ketiga juga tidak menyangka bakal bisa menyusul dan bisa menang," lanjut Rachel.
"Kami sudah tertinggal cukup jauh, cukup tertekan tapi kami coba buat mengikuti instruksi pelatih, coba tetap yakin dan percaya sama kemampuan individu maupun partner."
"Pelan-pealn, satu poin demi satu poin akhirnya bisa keluar dari tekanan."
"Ini rezeki juga dari Tuhan karena di poin terakhir, bolanya sudah tanggung tapi Arisa tidak sempurna melakukan pukulan dan membentur net."
"Kemenangan ini jadi menambah kepercayaan diri kami dan semoga teman-teman juga semakin percaya pada kemampuannya," tambahnya.
Sementara itu, Febi mengungkap kesalahan di gim kedua yang membuat mereka kehilangan momentum saat sudah berhasil berbalik unggul.
Namun di gim ketiga mereka akhirnya mampu mempertahankan semangat dan berhasil membalikkan situasi.
"Di gim kedua setelah tertinggal jauh kami bisa mengejar sampai menyamakan kedudukan tapi setelah itu malah buru-buru mau matiin jadi malah banyak mati sendiri," ujar Febi.
"Tadi kami di poin kritis mencoba terus mengejar bolanya dulu, sesulit apapun itu."
"Mengambil dulu bagaimanapun caranya balik dulu," tandasnya.