0
News
    Home Berita Erick Thohir Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Malaysia

    Kata Erick Thohir Usai Dituduh Sebagai 'Biang Kerok' Sanksi FIFA ke Malaysia: Maaf, Bukan Kelas Kami! - Bolasport

    6 min read

     

    Kata Erick Thohir Usai Dituduh Sebagai 'Biang Kerok' Sanksi FIFA ke Malaysia: Maaf, Bukan Kelas Kami!

    Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Media Center Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Ketua Umum PSSIErick Thohir merespons tudingan sebagai 'biang kerok' sanksi FIFA yang dijatuhkan ke Malaysia atas kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.

    Media Malaysia, MyNewsHub pada 15 Februari 2026 lalu melalui media sosioal X memberikan tuduhan serius kepada Ketum PSSIErick Thohir.

    Menurut mereka, Erick Thohir adalah dalang di balik aduan soal adanya pemain naturalisasi bodong di skuad Harimau Malaya.

    Media Malaysia tersebut mengklaim memiliki sumber di AFC yang mengaku bila Erick Thohir membayar orang untuk mengadukan Malaysia secara tidak langsung.

    AFC sendiri mengonfirmasi bila aduan datang dari Vietnam soal 7 pemain naturalisasi bodong, tapi itu adalah orang suruhan Erick Thohir.

    Erick Thohir menegaskan bahwa tidak ada artinya mengintervensi kemajuan sepak bola negara lain.

    Dirinya mengakui bahwa kelas bangsa Indonesia bukanlah menjadi pengadu bagi sesama negara ASEAN lain.

    "Ya, tadi kan saya sudah bilang secara halus," ujar Erick Thohir kepada awak media termasuk BolaSport.com di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga di Jakarta, Jumat (20/2/2026).

    Baca Juga: Media Malaysia: Vietnam yang Mengadu soal 7 Pemain Naturalisasi Malaysia, tapi Itu Orang Bayaran Erick Thohir!

    "Saya rasa, buat apa kita mengintervensi kemajuan negara lain."

    "Sedangkan kita membutuhkan kita bersaing antara negara Asia Tenggara ataupun tingkatannya kita dan negara-negara Asia."

    "Jadi, saya minta maaf, kelasnya nggak di situ gitu," lanjutnya.

    Erick Thohir menegaskan ingin mendorong sepak bola Asia Tenggara semakin maju.

    Selain itu, sepak bola Asia Tenggara harus bisa bersaing di kancah Asia.

    Dirinya juga tak ingin sepak bola Asia Tenggara semakin tertinggal dari Eropa maupun Afrika.

    "Justru kita mendorong, bagaimana persaingan itu terus ditingkatkan eh di negara-negara tentu di Asia Tenggara dan Asia," ujar Erick Thohir.

    "Makanya kita sendiri bisa meningkatkan kualitas kita."

    Baca Juga: Persiapan Asian Para Games 2026, Erick Thohir akan Kumpulkan Semua Kepala Cabor untuk Matangkan Target

    "Karena eh kalau sepak bola kita tidak meningkat."

    "Ya tentu kita akan terus kalah dari Eropa ataupun Afrika."

    "Nah ini yang kalau kita lihat contoh."

    "Kita lihat nanti apakah negara-negara Asia sendiri di pertandingan ke depan sendiri sudah membangun peran yang lebih besar," imbuhnya.

    Pada akhir pertanyaan, Erick Thohir menegaskan bahwa dirinya bukanlah tukang pengadu seperti yang dituduhkan media Malaysia tersebut.

    "Iya tidak benar pastinya," pungkasnya.

    Kini, status sanksi FIFA ke Malaysia atas kasus pemalsuan dokumen naturalisasi masih belum dijatuhkan secara efektif sepenuhnya.

    Pasalnya, kasus tersebut masih dibawa ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

    Andai CAS tidak mengabulkan gugatan Malaysia, maka AFC sebagai induk tertinggi sepak bola Asia bakal menjatuhkan sanksi tambahan untuk menganulir hasil laga lawan Nepal (25/3/2025) dan Vietnam (10/6/2025).

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS