Jika Banding FAM Ditolak CAS, Pengacara Malaysia Sebut Dampaknya Bisa Meluas ke Level Klub - Superball
SUPERBALL.ID - Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) masih menunggu keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) atas banding mereka terkait kasus pemalsuan dokumen.
Sebelumnya, FAM dan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia dihukum oleh FIFA atas kasus pemalsuan dokumen.
FAM diwajibkan membayar denda, sedangkan ketujuh pemain dikenai hukuman berupa denda dan skorsing 12 bulan.
Menanggapi banding FAM, CAS menangguhkan sanksi FIFA kepada tujuh pemain sambil menunggu keputusan akhir.
Baca Juga: Reaksi Media Vietnam Lihat Malaysia Berpotensi Diperkuat Dua Pemain Naturalisasi Baru
CAS dijadwalkan akan menggelar sidang atas banding FAM pada 26 Februari sebelum membuat keputusan akhir.
Menjelang keputusan banding di CAS, fokus tidak hanya tertuju pada Timnas Malaysia tetapi juga posisi ketujuh pemain di klub masing-masing.
Hal ini disampaikan oleh pengacara olahraga dan komersial asal Malaysia, Nik Erman Nik Roseli.
Nik Erman mengungkapkan dampak yang bisa ditimbulkan jika keputusan CAS tidak menguntungkan ketujuh pemain.
Jika banding FAM ditolak, maka CAS akan menguatkan keputusan awal bahwa pemain tersebut tidak memenuhi syarat.
Akibatnya, Timnas Malaysia akan dinyatakan kalah WO (walkover) dalam dua laga di Kualifikasi Piala Asia 2026 melawan Nepal dan Vietnam.
Namun, Nik Erman menilai pertanyaan utama yang akan muncul mengenai status kelayakan mereka tidak hanya berada di level tim nasional.
Menurutnya, pertanyaan serupa bisa meluas ke klub-klub di kompetisi lokal dan kontinental seperti Liga Champions Asia Elite (ACLE).
"Saya rasa jika banding ditolak, pertandingan di mana pemain tersebut bermain akan dianggap sebagai 'kalah WO'."
Baca Juga: Pengacara Malaysia Ungkap Akar Masalah di FAM yang Jadi Pemicu Skandal Naturalisasi
"Meskipun CAS memberikan 'penangguhan', CAS tidak memiliki wewenang untuk memberikan kelayakan kepada pemain yang sejak awal tidak memenuhi syarat."
"Jika CAS menolak banding, ini berarti pemain tersebut tidak memenuhi syarat untuk mewakili Malaysia."
"Jadi, jika pemain tersebut memang tidak memenuhi syarat untuk bermain, 'penangguhan eksekusi' tidak dapat memberikan kualifikasi yang tidak pernah dimiliki pemain tersebut," katanya.
Namun, Nik Erman menjelaskan bahwa dampak terhadap klub bergantung pada bentuk dan cakupan keputusan yang dikeluarkan oleh CAS.
"Jika keputusan tersebut hanya memengaruhi kelayakan untuk mewakili Malaysia di panggung internasional, maka status mereka di klub dalam liga lokal mungkin tidak terpengaruh, dengan tetap memperhatikan peraturan kompetisi dan pendaftaran pemain."
"Untuk pertandingan di mana pemain bermain tetapi tidak bergantung pada kewarganegaraan Malaysia (tidak ada masalah kuota), pertandingan tersebut tetap sah," jelasnya.
Pada saat yang sama, Nik Erman juga meneliti cakupan argumen yang dapat diajukan jika terjadi perselisihan mengenai hasil pertandingan sebelumnya.
"Namun, jika saya adalah pengacara para pemain, saya akan berpendapat bahwa hasil pertandingan harus dipertahankan karena pada saat mereka bermain (dengan klub), mereka tidak dibatasi."
"Oleh karena itu, bahkan jika banding ditolak, pada saat pertandingan, para pemain tidak dilarang bermain," kata Nik Erman, dikutip SuperBall.id dari Hmetro.com.my.