Janice Tjen Berjuang Lagi usai Diakui Juara Grand Slam, Aldila Sutjiadi Genapkan Kekuatan Indonesia pada Dubai Championship - Bolasport
Janice Tjen Berjuang Lagi usai Diakui Juara Grand Slam, Aldila Sutjiadi Genapkan Kekuatan Indonesia pada Dubai Championship
BOLASPORT.COM - Janice Tjen dijadwalkan kembali beraksi pada akhir pekan ini saat turun pada ajang Dubai Championship 2026 dengan ditemani wakil Indonesia lainnya, Aldia Sutjiadi.
Sensai Janice Tjen berlanjut untuk di mana dia akan beraksi dan ambil bagian dalam turnamen WTA 1000 lainnya bertajuk Dubai Championship yang dimulai akhir pekan ini.
Petenis peringkat ke-46 dunia itu akan tampil di 2 sektor yaitu tunggal dan ganda putri di Aviation Club Tennis Center, Qatar.
Untuk sektor tunggal, Janice dijadwalkan berjumpa dengan pemain asal Ukraina, Dayana Yastremska yang berperingkat 42 dunia saat ini.
Sedangkan untuk nomor ganda putri, Janice berpasangan dengan petenis Republik Ceska Marie Bouzkova yang semua laga itu dipertandingkan pada Minggu (15/2/2026) besok.
Lawan yang akan dihadapi Janice/Bouzkova pada babak 32 besar adalah duet China-Norwegia, Jiang Xinyu/Ulrikke Eikeri.
Sementara itu, Aldila Sutjiadi menggenapkan kekuatan Indonesia dengan hanya bermain di sektor ganda putri saja untuk babak 32 besar.
Aldila berpasangan dengan petenis asal Rusia Irina Khromacheva dan menghadapi Alexandra Panova/Diana Shnaider.
Panggung Dubai Championship ini merupakan kesempatan bagi Janice untuk menaikkan rankingnya dan mencicipi persaingan menghadapi lawan berat.
Baca Juga: Walau Kalah, Janice Tjen Dipuji Lawannya Mirip Petenis Top Dunia
Pada Qatar Open 2026 lalu, Janice melangkah hingga babak kedua sebelum langkahnya dihentikan oleh petenis Polandia Iga Swiatek.
Di tangan peraih 6 gelar juara Grand Slam tersebut, perbedaan level permainan masih tampak dari Janice yang tumbang straight set 0-6, 3-6.
Terlepas dari hasil yang belum sesuai harapan, laga melawan pemain peringkat kedua dunia itu menghadirkan sebuah pengalaman berharga untuk Janice.
Kemampuan Janice dalam melancarkan pukulan mengingatkan Swiatek kepada sosok Ashleigh Barty, petenis asal Australia.
Barty sendiri merupakan mantan petenis asal Australia dengan raihan 3 gelar Grand Slam yang menjadi salah satu sumber inspirasi Janice.
"Saya harus menyesuaikan diri dengan ritme permainan dia yang sering berubah," kata Swiatek, dilansir dari laman resmi WTA Tennis.
"Dia memilih ingin memiliki gaya pukulan seperti Ash Barty dan itu mengingatkan saya pada pertandingan kami."
"Jadi, saya tahu apa yang akan saya hadapi dan saya sudah siap untuk itu," tuturnya menambahkan.
Pelatih Janice, Chris Blint menilai laga melawan Swiatek merupakan momen penting untuk mengetahui sejauh mana level permainan sudah meningkat.
"Iga adalah salah satu petenis terbaik saat ini," kata Blint, dilansir BolaSport.com dari Kompas.id.
"Pertandingan ini penting bagi Janice untuk menantang dirinya sendiri dan melihat di mana level kemampuannya," tuturnya menambahkan.
Pria asal Inggris itu menyebut pertandingan itu juga menjadi tempat bagi Janice untuk memahami taktik dan strategi yang telah disiapkan sebelumnya.
"Dari pertandingan itu, kami melihat sejauh mana kemampuan Janice dalam menerapkan taktik," kata Blint.