Ingat Negaranya Porak-poranda, Pelatih Iran Menangis Jelang Melawan Timnas Futsal Indonesia - Semua Halaman - Bolasport
Ingat Negaranya Porak-poranda, Pelatih Iran Menangis Jelang Melawan Timnas Futsal Indonesia - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Jumat, 6 Februari 2026 | 18:15 WIB
Pelatih Timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaee, sempat menangis pada sesi jumpa pers jelang melawan timnas Futsal Indonesia, Jumat (6/2/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Pelatih timnas Futsal Iran, Vahid Shamsaei tidak bisa menahan air mata membayangkan kondisi negaranya.
Iran akan melawan timnas Futsal Indonesia pada final Piala Asia Futsal 2026 di Indonesia Arena, Sabtu (7/2/2026).
Pada sesi jumpa pers juru taktik Iran tersebut menangis karena masalah besar yang harus dihadapi.
Kekerasan dan kerusuhan besar masih melanda negaranya karena krisis yang terjadi.
Mereka menuntut pemerintah untuk tanggung jawab dengan kondisi saat ini.
Vahid menjelaskan bahwa mereka datang dengan kondisi yang kurang ideal.
Menurutnya, ini cukup mengganggu persiapan tim dan bersyukur bisa tetap ada di final.
Bahkan, dia menilai bahwa tekanan yang mereka terima sangat besar dan membuat prihatin.
"Pada turnamen ini, saya ingin mengatakan bahwa tidak ada tim yang mengalami tekanan sebesar ini terhadap para ofisial dan pemain kami."
"Izinkan saya, izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada semua pemain saya, rekan-rekan saya, dan seluruh staf manajemen di tim saya yang telah mampu menahan semua tekanan ini," kata Vahid Shamsaei, Jumat (6/2).
Berada di Piala Asia membuat mereka harus berjuang lebih keras untuk bisa mengejar gelar juara.
Dia juga memberikan dukungan kepada semua pihak yang masih berjuang di tanah airnya.
Termasuk bagi mereka yang kehilangan keluarga karena masalah ini.
"Alasan satu-satunya kami berada di sini, kami berada di turnamen ini, adalah untuk menunjukkan sikap profesional kami."
"Oleh karena itu, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada semua orang yang kehilangan anggota keluarga mereka di kampung halaman.
"Ini semua adalah keluarga kami," ujarnya.
Baca Juga: Terkejut Indonesia Kalahkan Jepang, Pelatih Futsal Iran: Indahnya Permainan!
Saat ini Vahid melihat bahwa futsal bukan hal krusial karena krisis di negaranya.
Dia cukup senang karena mereka bisa terus berjuang dan dukungan ini harus diapresiasi.
Ini jadi momentum tepat untuk bangkit meski masalah di depan mata semakin berat.
"Dari sudut pandang tertentu, olahraga futsal bukanlah hal yang begitu berharga bagi kami."
"Hal yang paling berharga bagi saya adalah ketika semua orang bersatu, saling mendukung."
"Bersama-sama menahan tekanan ini serta melanjutkan perjalanan. Itu banyak tekanan."
"Jadi, saya ingin menekankan kepada semua warga Iran, orang-orang yang kami cintai, kami sangat mencintai mereka," katanya.