Indikasi Kompetisi Rusak, Johor Darul Ta'zim Pecahkan Rekor Menang Beruntun di Liga Malaysia - Bolasport.
Indikasi Kompetisi Rusak, Johor Darul Ta'zim Pecahkan Rekor Menang Beruntun di Liga Malaysia - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 3 Februari 2026 | 14:45 WIB
Lanjutan Liga Super Malaysia, Johor Darul Takzim pesta gol ke gawang DPMM FC 10-0 yang diperkuat Ramadhan Sananta di Stadion Sultan Ibrahim, Sabtu (25/10/2025). JDT memecahkan rekor baru. (INSTAGRAM.COM/OFFICIALJOHOR)
BOLASPORT.COM - Johor Darul Ta'zim memecahkan dua rekor sekaligus di Liga Malaysia, pertanda terlalu dominan.
Johor Darul Ta'zim benar-benar tak punya lawan di kompetisi negeri jiran.
Klub berjuluk The Southern Tigers sudah menjuarai Liga Malaysia selama 11 musim beruntun.
Musim ini, klub milik Tunku Ismail Ibni Sultan Ibrahim itu dalam perjalanan menjuarai titel ke-12.
JDT kini memuncaki Malaysia Super League 2025/26 dengan 48 poin dari 16 pertandingan!
Kemenangan terbaru didapat atas Imigresen FC pada Minggu (1/2/2026) dengan skor 5-0.
Lima gol JDT dicetak Bergson (dua gol), Joao Figueiredo, Marcos Guilherme, serta gol bunuh diri.
Kemenangan tersebut membuat Johor memecahkan dua rekor Liga Malaysia sekaligus.
"Rekor ditulis lagi kemarin," demikian rilis akun media sosial klub.
Baca Juga: Bek Anyar Persija Paulo Ricardo Beberkan Alasan Pilih Berkarier di Indonesia
"Kemenangan beruntun terpanjang, 33 pertandingan."
"Laju tak terkalahkan terlama, 100 pertandingan."
Johor sudah memenangi 33 pertandingan beruntun sejak Agustus 2024, atau 1,5 tahun silam!
Mereka juga tak pernah kalah sejak 2021 atau lima tahun silam!
Di satu sisi, rekor tersebut menunjukkan kapabilitas manajemen Johor dalam membangun klub.
Tak ada klub yang lebih baik membangun sebuah tim juara nan berkesinambungan selain Johor.
RECORDS REWRITTEN YESTERDAY
Hidup Johor Demi Johor#WhatCanYouDo#TheTMJeffect#SouthernTigers#JewelOfTheSouth#JDTforAll pic.twitter.com/9c9YiMpLyx
— JOHORSouthernTigers (@OfficialJohor) February 2, 2026
Namun di sisi lain, hal tersebut juga menunjukkan minimnya persaingan di Liga Malaysia.
Johor menjadi terlalu dominan hingga tak menyisakan ruang bagi klub lain untuk berkembang.
Mantan pelatih Johor yang kini menangani Persib Bandung, mengkritik hal tersebut.
Baca Juga: Tatap Arema FC, Bek Baru Persija Paulo Ricardo Tak Sabar Rasakan Magis The Jakmania di SUGBK
"Perbedaannya untuk sekarang, Liga Malaysia dan Liga Indonesia, Liga Indonesia lebih terasa antusiasmenya," ucap Hodak dilansir dari Kompas.com.
"Karena di Malaysia, ada tim yang menjadi juara terus hingga 11 tahun," jelasnya.
"Tim-tim lain tidak cukup terorganisasi untuk menjadi pesaing," urainya.
Semoga saja Liga Indonesia senantiasa dihiasi persaingan ketat, tak cuma didominasi satu klub.
Baca Juga: Ratchaburi FC Resmi Rilis Harga Tiket Laga Lawan Persib, Bobotoh Dikasih Paling Mahal