Imbas Timnas U-23 Indonesia Gagal ke Asian Games 2026, Ketum KOI: Jepang Jangan Semena-mena! Nagoya Nggak Sanggup Jadi Tuan Rumah? - Semua Halaman - Superball
Imbas Timnas U-23 Indonesia Gagal ke Asian Games 2026, Ketum KOI: Jepang Jangan Semena-mena! Nagoya Nggak Sanggup Jadi Tuan Rumah? - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 22 Februari 2026 | 10:00 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir (kanan) dan Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari (kiri), sedang memberikan keterangan kepada awak media di Media Center Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)
SUPERBALL.ID - Ketum KOI Raja Sapta Oktohari mengungkapkannya kekesalan terhadap Jepang selaku tuan rumah Asian Games 2026.
Raja Sapta Oktohari memastikan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akan mengirim surat protes ke Badan Olimpiade Asia (OCA).
Langkah ini dilakukan untuk merespons perubahan regulasi di cabang olahraga (cabor) sepak bola putra Asian Games 2026.
Jepang selaku tuan rumah hanya memasukkan 16 kontestan yang diambil dari Piala Asia U-23 2026 sebagai kontestan di Asian Games nanti.
Perubahan itu telah disetujui AFC dan OCA, tapi Raja Sapta menentangnya karena proses pemeringkatan tanpa kualifikasi tidak biasa.
Selain itu, biasanya Asian Games diikuti semua negara, Raja Sapta pun menyindir Jepang, khususnya Nagoya yang dianggap tidak mampu menjadi tuan rumah.
"Iya, pasti dong (kami protes ke OCA)," kata Raja Sapta Oktohari pada Jumat (20/2/2026) kepada wartawan di Jakarta.
Perubahan regulasi itu menurut Raja Sapta seharusnya dilakukan dengan sosialisasi, agar para kontestan mendapat rasa keadilan yang sama.
"Apakah (kebijakan) ini, karena ketidakmampuan Nagoya sebagai tuan rumah, itu hal lain, tetapi sosialisasi itu harus sampai ke dan harus adil," kata Raja Sapta lagi.
Baca Juga: Tertutupnya Pintu ke Asian Games Membangunkan Federasi Malaysia yang Tertidur
Protes Indonesia juga telah dikomunikasikan KOI dengan Sheikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah, selaku Presiden OCA.
Ia berharap langkah Indonesia ini berdampak positif, dan pastinya kebijakan yang diambil tuan rumah tidak semena-mena.
"Mudah-mudahan berdampak terhadap kebijakan yang nanti diambil."
"Yang pasti tuan rumah tidak boleh semena-semena," kata Raja Sapta Oktohari lagi.
Oktohari juga menegaskan bahwa ia akan terus menyuarakan protes terkait regulasi Asian Games 2026 cabor sepak bola putra.
Karena menurutnya sepak bola merupakan olahraga yang memiliki banyak penggemar, tak terkecuali di Indonesia.
Timnas U-23 Indonesia tidak masuk kualifikasi Asian Games 2026 karena tidak lolos ke Piala Asia U-23 2026.
Hanya ada dua tim dari Asia Tenggara yang lolos ke ajang tersebut, Vietnam dan Thailand.
Baca Juga: Asian Games 2026 - Sama-sama Nggak Lolos, Ternyata Nasib Malaysia Lebih Ngenes dari Indonesia
Meski begitu, regulasi ini sebenarnya mendatangkan berkah tersendiri bagi timnas senior Indonesia.
John Herdman tidak akan pusing dengan target di Asian Games, ia akan fokus sepenuhnya di timnas senior.
Mengingat ada dua agenda besar timnas di tahun ini, yakni FIFA Series dan Asean Cup atau Piala AFF.
Tentu saja kemenangan harus diraih, FIFA Series akan jadi ujian pertama, melawan Saint Kitts and Navies.
Kemudian di Piala AFF nanti, Herdman bisa saja membuat sejarah untuk pertama kalinya.