0
News
    Home Arsenal EPL Featured Leeds United Liga Inggris Sepak Bola Sepak Bola Internasional

    Hasil Liga Inggris - Sepak Pojok Arsenal Sudah Kayak Penalti, The Gunners Hancurkan Leeds - Bolasport

    8 min read

     

    Hasil Liga Inggris - Sepak Pojok Arsenal Sudah Kayak Penalti, The Gunners Hancurkan Leeds


    Bomber Arsenal, Viktor Gyokeres, menyambut sepak pojok di depan gawang Leeds United pada pertandingan Liga Inggris di Elland Road (31/1/2026). (OLI SCARFF/AFP)

    BOLASPORT.COM - Sepak pojok kembali berandil memberi kemenangan telak bagi Arsenal saat bertandang ke markas Leeds United.

    Kedua tim terlibat bentrok pada pekan ke-24 Liga Inggris di Stadion Elland Road, Minggu (31/1/2026).

    Pertarungan dua tim dari kutub berbeda di klasemen ini menarik karena mempertemukan dua jagoan set-piece.

    Arsenal sudah identik dengan sebutan 'Corner Kick FC' karena seringnya mereka bikin gol dari sepak pojok - metode set-piece andalan untuk menyakiti lawan.

    Sebelum laga ini saja, The Gunners mencetak 16 gol via bola mati (termasuk penalti) di Liga Inggris 2025-2026.

    Hal menarik, Leeds termasuk jajaran atas pula, yakni 15 gol melalui skema yang serupa.

    Keampuhan sepak pojok Arsenal sudah diakui sangat mematikan, bahkan bisa dibilang setara tendangan penalti.

    Namun, belakangan metode ini dianggap kontroversial.

    Ia disebut semacam dark arts, seni menghasilkan gol dengan cara 'jahat' walaupun tentu saja legal dalam sepak bola.

    Bukan soal legalitasnya, tapi anak asuh Mikel Arteta disorot karena memanfaatkan sepak pojok dengan cara menimbulkan kegaduhan dan kontak fisik yang merugikan tim lawan.

    Gabriel Magalhaes dkk banyak dikritik lantaran kerap menghalangi pandangan dan gerak kiper musuh saat mengantisipasi korner, tetapi aksi dorongan dan adangan itu lolos dari peluit wasit.

    Baca Juga: Comeback dan Menang Dramatis atas Newcastle, Arsenal Sah Jadi Raja Sepak Pojok Liga Inggris

    Kolumnis ESPN, Gabriel Marcotti, sampai menganggap metode grasah-grusuh seperti ini telah merusak sepak bola.

    "Kotak penalti menjadi kumpulan kekacauan para pemain yang saling memegang, menarik baju, dan menggunakan teknik jiu-jitsu untuk mendapatkan keunggulan," tulisnya.

    "Pria dewasa yang bergulat, saling menarik, dan mendorong bukanlah bagian dari permainan."

    "Sungguh, itu bukan bagian dari sepak bola, dan sebenarnya tidak diizinkan di mana pun di lapangan," tambahnya.

    "Kadang-kadang seperti pertandingan basket, kadang-kadang tentang duel," ucap pemain Newcastle United, Anthony Gordon, dalam situasi berbeda.

    Apa pun, sepak pojok tetap menjadi cara valid yang berhasil diasah serta dieksploitasi Arsenal, dan kembali mendatangkan kesuksesan.

    2 Gol dari Korner, 2 Gol Open-Play

    Di markas Leeds, mereka menuai kemenangan telak 4-0, di mana dua gol di antaranya - atau bisa dibilang satu setengah - bermula dari sepak pojok.

    Keduanya diawali oleh eksekusi korner Noni Madueke di pojok kiri pertahanan Leeds.

    The Gunners mendapatkan gol pertama pada menit ke-27 melalui sundulan Martin Zubimendi.

    Sejatinya, ini bukan langsung via korner, di mana crossing Madueke dari sisi kanan serangan mampu dituntaskan secara sempurna oleh kepala Zubimendi.

    Namun, sepak pojok berperan besar memberikan separuh pengaruh di antaranya karena skema golnya berasal dari tendangan penjuru Madueke yang ditinju kiper Karl Darlow.

    Bola kemudian disapu pemain Leeds, mendarat di kaki Declan Rice, dioper kepada Madueke, yang dilanjutkannya dengan asis untuk Zubi.

    Gol kedua baru lahir murni dari efek sepak pojok lanjutan Madueke.

    Winger rekrutan dari Chelsea itu melayangkan tendangan melengkung yang langsung mengarah tajam ke gawang.

    Darlow yang berusaha menghalau itu terhalang rekannya, Dominic Calvert-Lewin, sehingga bola jatuh di jaring sendiri.

    Gol ini tercatat sebagai bunuh diri Darlow yang bikin Arsenal unggul 2-0 saat turun minum.

    Baca Juga: Hasil Piala Liga Inggris - Fan Ronaldo Telat Masuk, Set Piece FC Arsenal Menang Tipis di Chelsea

    Di babak kedua, pasukan Arteta melengkapinya dengan dua lesakan tambahan yang kali ini berasal dari situasi open-play.

    Sebuah umpan jitu Gabriel Martinelli dari sisi kanan dibelokkan sodokan kaki Viktor Gyokeres di muka gawang untuk membuat skor 3-0.

    Selanjutnya Gabriel Jesus turut dalam pesta dengan mencetak gol keempat.

    Ia menerima umpan Martin Odegaard di dalam kotak penalti, menahannya, lalu melepaskan tembakan jitu walau sambil dibayangi bek Leeds keturunan Indonesia, Pascal Struijk.

    Kemenangan empat gol nirbalas ini merentangkan jarak Arsenal di puncak klasemen menjadi enam poin lagi atas Man City dan Aston Villa.

    Hasil pertandingan

    Leeds United 0-4 Arsenal (Martin Zubimendi 27', Karl Darlow 38'-bunuh diri, Viktor Gyokeres 69', Gabriel Jesus 86')

    Susunan pemain

    Leeds (3-4-2-1): 26-Darlow; 24-Justin (Longstaff 46'), 6-Rodon, 5-Struijk; 2-Bogle, 4-Ampadu, 44-Gruev (Okafor 46'), 3-Gudmundsson; 18-Stach (Gnonto 81'), 11-Aaronson (Buonanotte 71'); 9-Calvert-Lewin (Piroe 85'). Pelatih: Farke

    Arsenal (4-3-3): 1-Raya; 12-Timber, 2-Saliba, 6-Gabriel, 5-Hincapie (Calafiori 76'); 29-Havertz (Odegaard 61'), 36-Zubimendi, 41-Rice; 20-Madueke (Martinelli 61'), 14-Gyokeres (Jesus 75'), 19-Trossard (Eze 81'). Pelatih: Arteta

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS