Gagal Total, Fans Thailand Minta Timnasnya Setop Tiru Model Sepak Bola Jepang - Semua Halaman - Superball
Gagal Total, Fans Thailand Minta Timnasnya Setop Tiru Model Sepak Bola Jepang - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 9 Februari 2026 | 16:57 WIB
Masatada Ishii dalam pertemuan resmi sebelum dipecat dari kursi kepelatihan Timnas Thailand. (Facebook FA Thailand)
SUPERBALL.ID - Para penggemar sepak bola Thailand menyerukan agar tim nasionalnya berhenti meniru model pengembangan Jepang.
Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) mencoba meniru kesuksesan Jepang di sepak bola dalam beberapa tahun terakhir.
Salah satu langkah yang diambil oleh FAT adalah menggaet pelatih asal Jepang untuk tim nasionalnya.
Beberapa pemain Thailand seperti Chanathip Songkrasin, Theerathon Bunmathan, dan Supachok Sarachat juga pernah dan sedang bermain di Jepang.
Baca Juga: Lihat Timnas Futsal Indonesia Imbangi Iran, Publik Thailand Disadarkan Satu Kenyataan Pahit
Namun, langkah yang diambil oleh FAT dianggap gagal total menyusul penurunan prestasi tim nasional.
Puncaknya, satu demi satu pelatih asal Jepang harus meninggalkan jabatannya di tim nasional Thailand.
Takayuki Nishigaya adalah pelatih Jepang pertama yang menjadi korban kegagalan proyek FAT.
Nishigaya dipecat dari Timnas U-23 Thailand hanya sebulan sebelum berlaga di ASEAN Cup U-23 2025 di Indonesia.
Rentetan lima kekalahan beruntun Timnas U-23 Thailand dalam pertandingan persahabatan menjadi alasannya.
Masing-masing melawan Uni Emirat Arab (0-1 dan 1-2), Qatar (1-2), Kroasia (1-3), dan Hong Kong (2-3).
Nasib serupa juga dialami oleh Futoshi Ikeda yang dipecat dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Putri Thailand.
Keputusan ini diambil menyusul hasil mengecewakan Timnas Putri Thailand di Piala AFF Putri 2025.
Thailand harus puas menempati peringkat keempat di turnamen tersebut.
Teranyar, FAT mengakhiri kontrak Masatada Ishii bersama Timnas Thailand pada Oktober 2025 lalu.
Baca Juga: Emosi Vietnam, Thailand dan Malaysia usai Timnas Futsal Indonesia Gagal Juara
Ishii gagal membawa Thailand meraih kemenangan di ASEAN Cup dan tampil buruk di Kualifikasi Piala Asia.
Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan apakah sepak bola Thailand cocok untuk pelatih Jepang?
Pertanyaan itu kian terjawab setelah Ishii kembali dipecat oleh BG Pathum United setelah hanya tiga bulan memimpin klub.
Pemecatan itu membuat sejumlah besar penggemar sepak bola Thailand memprotes kebijakan meniru Jepang.
Protes datang dari Buriram Prankster, salah satu halaman penggemar sepak bola terbesar di Thailand.
"Pelatih Jepang mungkin tidak cocok untuk sepak bola Thailand. Pelatih Jepang terbaik pun belum mampu menunjukkan kelas mereka di sini," tulisnya.
"Saya tahu Jepang sangat bagus, dan sepak bola Thailand selalu berusaha belajar dari mereka."
"Tetapi masalahnya adalah kedua belah pihak tampaknya tidak cocok," kata seorang penggemar di forum olahraga Pantip.
"Ada begitu banyak perbedaan antara Thailand dan Jepang, seperti olahraga sekolah, masyarakat, tingkat sepak bola yang sebenarnya."
"Saya pikir sudah saatnya Thailand memilih jalan yang berbeda," kata seorang penggemar lainnya di Pantip.