0
News
    Home Arsene Wenger Berita FAM Featured Jose Mourinho Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Federasi Malaysia Dirasa Butuh Sosok seperti Mourinho atau Wenger - Superball

    5 min read

     

    Federasi Malaysia Dirasa Butuh Sosok seperti Mourinho atau Wenger


    Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dinilai butuh sosok seperti Jose Mourinho atau Arsene Wenger. (NST.COM.MY)

    SUPERBALL.ID - Mereka bukanlah superstar yang mengenakan sepatu bot, tetapi mereka menjadi raksasa yang mengenakan setelan jas.

    Dan menurut Datuk K. Rajagobal, itulah pelajaran yang harus akhirnya dipelajari oleh sepak bola Malaysia.

    Mengutip Arrigo Sacchi, Jose Mourinho, dan Arsene Wenger, mantan pelatih tim nasional itu menegaskan bahwa kepemimpinan adalah tentang kecerdasan, visi, dan kekuatan mental, bukan hanya catatan prestasi bermain yang gemilang.

    Sacchi tidak pernah bermain sepak bola profesional di level tertinggi.

    Namun, ia membangun tim AC Milan yang revolusioner, memenangkan Serie A dan Piala Eropa berturut-turut.

    Kemudian Sacchi memimpin Timnas Italia ke final Piala Dunia 1994.

    Baca Juga: FIFA Rilis Laporan yang Bikin Harapan Malaysia Hancur, Peluang Menangi Gugatan Hampir Mustahil!

    Karier bermain Mourinho juga tidak pernah mencapai puncak kejayaan.

    Namun, kecerdasan taktisnya membawanya meraih gelar liga domestik di seluruh Eropa dan kejayaan Liga Champions bersama Porto dan Inter Milan.

    Wenger, sang reformis yang cerdas, mentransformasi sepak bola Inggris dengan sains, struktur, dan pemikiran jangka panjang.

    "Tidak ada gunanya memikirkan masa lalu," kata Rajagobal seraya mendesak perubahan pola pikir karena sepak bola Malaysia memasuki fase transisi yang kritis.

    "Apa arah selanjutnya? Kita harus melihat ke depan dan berbuat untuk sepak bola kita."

    Seperti diketahui, 28 Januari lalu, para pengurus FAM mengundurkan diri secara massal di tengah saga FIFA-FAM yang melibatkan tujuh pemain naturalisasi.

    Dengan adanya diskusi mengenai kepemimpinan FAM yang baru, Rajagobal menekankan bahwa para pemimpin selanjutnya harus memahami skala tugas yang ada di depan mereka.

    "Membangun kembali bukanlah serangan balik yang cepat. Ini adalah kampanye yang panjang," katanya,

    "Kita harus bersabar. Kita harus percaya pada diri sendiri."

    "Percaya pada apa yang kita miliki, apa yang perlu dilakukan. Maka kita akan baik-baik saja."

    Baca Juga: Deretan Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Dapat Kabar Baik usai Diizinkan Bermain Lagi

    Ketika ditanya apakah pemimpin masa depan harus berasal sepenuhnya dari kalangan pemain, Rajagobal tidak ragu-ragu.

    "Menjadi pemain mungkin sedikit membantu, tetapi itu bukan suatu keharusan," ucapnya.

    Ia menegaskan bahwa tata kelola sepak bola modern menuntut kedalaman intelektual, kejelasan strategis, dan ketahanan emosional.

    "Kita membutuhkan orang-orang yang memiliki banyak pengetahuan, yang berintelektual," katanya.

    "Ini adalah tanggung jawab besar para pemimpin harus memiliki mental yang kuat."

    Namun, Rajagobal menahan diri untuk tidak menyebutkan nama calon-calon potensial.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS