Federasi Malaysia dalam Situasi Sangat Buruk, Perlu Perombakan Drastis - Superball
SUPERBALL.ID - Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dinilai sedang dalam krisis serius, yang membutuhkan perombakan drastis dalam kepemimpinannya.
Perubahan besar itu juga akan menutup peluang bagi orang-orang lama atau wajah-wajah yang sama untuk terus bersaing memperebutkan posisi sebagai Anggota Komite Eksekutif FAM.
Pandangan tersebut sebagaimana diungkapkan oleh pengamat sepak bola lokal dan mantan manajer tim nasional Malaysia, Datuk Kamarul Ariffin Mohd Shahar.
Kamarul Ariffin menggambarkan situasi FAM saat ini sangat buruk dan penuh tantangan.
Menurutnya, FAM perlu secara tegas menutup pintu bagi orang-orang lama atau individu yang telah berulang kali menduduki posisi di Dewan Eksekutif tetapi belum memberikan dampak yang signifikan.
Ia menekankan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat lagi untuk cara berpikir lama atau manajemen yang formalistik.
Baca Juga: Jangan Banyak Protes, Federasi Malaysia Diminta Nurut dengan AFC agar Tidak Diskors FIFA
"Jika memungkinkan, jangan biarkan wajah-wajah lama atau individu yang sama terus bersaing untuk posisi Anggota Komite Eksekutif FAM," ujarnya sebagaimana dikutip SuperBall.id dari Bharian.com.my.
"Jika Anda hanya menginginkan kaus atau tunjangan dan hanya menghadiri rapat, bagi saya itu tidak perlu."
"Itu karena FAM saat ini berada dalam situasi yang sangat menantang."
Saat ini FAM sedang dalam proses pemulihan dari aspek administratif dengan bantuan dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Seperti diketahui, sebelumnya, semua Anggota Komite Eksekutif mengundurkan diri secara mendadak.
"Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengumumkan bahwa seluruh Anggota Komite Eksekutif untuk periode 2025–2029 secara kolektif dan sukarela mengundurkan diri dari jabatan mereka dengan segera," tulis pernyataan FAM di laman resminya.
"Keputusan ini dibuat secara bulat, dengan mempertimbangkan tanggung jawab organisasi dan tanpa kepentingan atau posisi pribadi."
"Ini adalah langkah bijaksana dan berprinsip yang diambil mengingat situasi terkini yang telah menarik perhatian publik."
"Faktanya, Komite Eksekutif mengambil tanggung jawab kolektif dan kebutuhan untuk bertindak dengan cara yang melindungi integritas FAM."
Salah satu alasan utama pengunduran diri Exco FAM adalah untuk memberikan ruang yang memadai bagi Dewan FIFA dan AFC untuk secara bebas menilai, meninjau, dan, jika perlu, menangani masalah yang berkaitan dengan tata kelola dan administrasi FAM.
Ini juga berarti bahwa restrukturisasi FAM kemungkinan akan berlarut-larut.
Kongres pemilihan kemungkinan akan diadakan pada bulan Agustus, seperti yang sebelumnya dinyatakan oleh pelaksana tugas presiden FAM yang baru saja mengundurkan diri, Yusoff Mahadi.
Sekretaris Jenderal AFC Datuk Seri Windsor Paul John sempat menginformasikan bahwa tim ahli dari badan sepak bola Asia tersebut membutuhkan setidaknya tiga bulan untuk melakukan penilaian komprehensif terhadap sistem manajemen FAM.
Setelah proses itu selesai, FAM dapat mengadakan kongres untuk memilih jajaran kepemimpinan baru.
Menjelaskan lebih lanjut, Kamarul menekankan bahwa FAM saat ini membutuhkan individu yang benar-benar berkualitas.
Mereka harus berani dalam mengambil keputusan, dan memiliki kemampuan untuk mendorong perubahan nyata.
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa kepemimpinan badan induk perlu diisi dengan individu-individu terbaik dan bukan hanya mereka yang ingin memegang posisi tanpa kontribusi yang jelas.
"Situasi saat ini membutuhkan komitmen dan tekad yang tinggi untuk bekerja, bukan hanya nama atau posisi," katanya.