0
News
    Home Berita Erick Thohir Featured Paralympic Training Center Spesial

    Erick Thohir Dorong Terobosan Perawatan Paralympic Training Center - MCI News

    3 min read

     

    Erick Thohir Dorong Terobosan Perawatan Paralympic Training Center

    Karanganyar, MCI News – Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir menekankan pentingnya terobosan mekanisme administrasi untuk menjamin perawatan Paralympic Training Center Indonesia di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (14/02/2026) seperti yang dikutip di website kemenpora.go.id. Fasilitas olahraga tersebut telah menyelesaikan pembangunan tahap pertama dan diharapkan dapat terjaga keberlanjutannya.

    Dalam kunjungan ke kompleks pelatihan yang berada di kaki Gunung Lawu itu, Erick mengingatkan agar aset olahraga yang telah dibangun dengan anggaran besar tidak terkendala pada tahap pemeliharaan.

    “Saya berharap juga nanti setelah fasilitas ini terlengkapi juga kondisinya tetap terawat. Untuk itu perlu adanya terobosan mekanisme administrasi agar jangan sampai perawatan ini yang telah ada kerjasama dengan swasta tapi pendanaannya mandeg atau tidak bisa,” kata Erick.

    Paralympic Training Center Indonesia berlokasi tidak jauh dari kawasan Bumi Perkemahan Cakra Pahlawasri, Desa Delingan, Karanganyar. Pembangunan dimulai pada Desember 2023 dan rampung Desember 2024. Fasilitas ini berdiri di atas lahan 80.262 meter persegi dengan total luas bangunan 34.346 meter persegi.

    Kompleks tersebut terdiri dari GOR 1 seluas 17.482 meter persegi serta gedung asrama seluas 16.864 meter persegi. Gedung asrama memiliki dua tower rumah susun empat lantai dengan kapasitas 188 kamar yang dapat menampung hingga 392 atlet.

    Menurut Erick, Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri guna mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga yang dibangun pemerintah pusat maupun daerah agar dapat dikerjasamakan dengan pihak ketiga secara terukur.

    “Komersialisasi itu boleh terbuka selama dipergunakan untuk prioritas perawatan aset tersebut. Sudah banyak pemerintah membangun fasilitas olahraga tapi pas perawatan tidak lancar ini yang perlu diperhatikan, untuk itu harus ada introspeksi diri,” ujarnya.

    Ia menegaskan fleksibilitas pengelolaan perlu terus didorong agar aset yang diserahkan kepada National Paralympic Committee dan organisasi olahraga lainnya tetap terjaga sesuai ketentuan hukum. Pemerintah, lanjutnya, juga akan memberikan dukungan pembiayaan melalui skema hibah.

    “Insha Allah Kemenpora akan membantu juga untuk biaya perawatan dengan sistem hibah. Semoga bisa berjalan dan aset yang terbaik dan pertama di Asia Tenggara ini bisa terus menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

    Keberadaan Paralympic Training Center Indonesia diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet disabilitas berstandar internasional sekaligus memperkuat prestasi olahraga nasional di ajang global.

    • Hendry Prasetiyo

    Komentar
    Additional JS