Dua Kali Malaysia Coba Seret Indonesia ke Skandal Naturalisasi tapi Gagal Semua, Dicibir Media Lokal Sendiri: Obsesi yang Menyimpang! - Semua Halaman - Superball
Dua Kali Malaysia Coba Seret Indonesia ke Skandal Naturalisasi tapi Gagal Semua, Dicibir Media Lokal Sendiri: Obsesi yang Menyimpang! - Semua Halaman - Superball.id
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:00 WIB
Malaysia sudah dua kali mencoba menyeret Indonesia ke pusaran skandal naturalisasi, tapi gagal semua. (FAM.ORG.MY)
SUPERBALL.ID - Malaysia memiliki obsesi menyimpang terhadap Indonesia, usai berkali-coba menyeret tokoh Tanah Air ke pusaran skandal naturalisasi.
Skandal naturalisasi Malaysia lagi-lagi menyeret nama Indonesia, kali ini giliran Erick Thohir yang dituduh secara brutal oleh media lokal setempat.
Media Malaysia, MyHubNews, menuduh Erick sebagai sosok dalang di balik pelaporan Malaysia dalam kasus pemalsuan dokumen pemain naturalisasi.
Ini bukan kali pertama ada pihak dari Malaysia yang menuduh Indonesia sebagai pelaku pelaporan skandal naturalisasi ke FIFA.
Sejak awal mencuatnya kasus ini, Indonesia sudah dituduh sebagai pelaku sabotase terhadap Timnas Malaysia, tuduhan itu bahkan datang dari tokoh besar.
Yakni Tunku Ismail Idris (TMJ) selaku pemilik klub Johor Darul Takzim (JDT), sayangnya dua kali percobaan menyeret Indonesia gagal semua.
Dan justru menimbulkan tanda tanya besar bagi publik Negeri Jiran, mengapa obsesi Malaysia justru menyimpang dalam hal ini.
Mereka terlalu fokus mencari-cari kambing hitam dalam hal ini pihak yang mengadukan, ketimbang pokok masalahnya, pelaku pemalsuan.
"Mengapa ada obsesi dengan siapa yang mengajukan pengaduan ke FIFA?" tulis TheStar.com.my.
Baca Juga: Media Malaysia Ingatkan Harimau Malaya Bahaya Pemain Naturalisasi Vietnam
"Namun, apakah benar-benar penting siapa yang mengajukan pengaduan tersebut?" imbuh mereka.
Tak berhenti di situ, media Malaysia ini juga membeberkan alasan paling masuk akal bahwa Indonesia bukanlah pelapor skandal naturalisasi.
Menurut Ajitpal Singh, reporter The Star, Indonesia sama sekali tidak terganggu dengan Malaysia karena skuad Garuda berada di puncak performa.
Indonesia satu-satunya wakil Asia Tenggara yang mampu mencapai putaran empat Kualifikasi Piala Dunia 2026, isu Malaysia hanyalah remeh temeh.
"Indonesia hampir tidak membutuhkan gangguan," tulis TheStar.com.my lagi.
"Mereka sedang berada di puncak optimisme setelah penampilan menjanjikan di kualifikasi Piala Dunia."
"Mereka didukung oleh para pemain kelahiran Belanda mereka sendiri."
"Mereka memiliki tujuan sendiri yang ingin mereka fokuskan," imbuh mereka.
Obsesi yang menyimpang dari Malaysia ini bisa mengaburkan pokok masalah yang seharusnya diungkap ke publik.
Sementara memang pelaku pemalsuan dokumen naturalisasi pemain keturunan asing yang diklaim keturunan masih belum ditemukan.
"Fokus berlebihan pada identifikasi pelaku berisiko mengabaikan inti permasalahan sepenuhnya," tulis TheStar.com.my lagi.
Skandal naturalisasi ini sudah sampai ke tingkat banding di Pengadilan CAS, namun putusan final belum keluar.
Putusan final Pengadilan CAS baru akan dirilis ke publik pada 26 Februari mendatang.