0
News
    Home Berita Featured Inter Milan Juventus Liga Italia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Serie A Spesial

    Disorot Media Italia soal Postingan Inter Vs Juventus, Ini Klarifikasi Akun Lega Serie A Versi Bahasa Indonesia - Bolasport

    8 min read

     

    Disorot Media Italia soal Postingan Inter Vs Juventus, Ini Klarifikasi Akun Lega Serie A Versi Bahasa Indonesia


    Akun resmi Lega Serie A versi Bahasa Indonesia dituding pro Inter Milan oleh media Italia di tengah kontroversi duel saat melawan Juventus (14/2/2026). (INSTAGRAM @SPORTMEDIASET)

    BOLASPORT.COM - Unggahan akun resmi Lega Serie A versi bahasa Indonesia di jejaring sosial X (dulu Twitter) menjadi bahan sorotan media top Italia, Sportmediaset.

    Portal berita asal Cologno Monzese, Milano, memberitakan soal unggahan akun tersebut yang mengundang kontroversi pascaduel sengit Inter Milan vs Juventus.

    Segera setelah Inter merampungkan kemenangan 3-2 atas rival bebuyutannya itu, akun @SerieA_ID memasang foto Lautaro Martinez dkk sedang berselebrasi.

    Konten itu diterbitkan pada Minggu (15/2/2026) pukul 05.41 WIB, beberapa saat setelah Derby d'Italia di San Siro kelar.

    "Puncak semakin dingin untuk King Inter," begitu bunyi teks yang menyertainya, dilengkapi emotikon kedinginan.

    Sepintas, tak ada yang aneh dengan postingan itu. Namun, ada petunjuk unggahan ini ternyata merupakan hasil editan.

    Ketika riwayat editan diamati dengan mengeklik tautan 'last edited' di bawahnya, pengguna bisa melihat konten awal yang bikin akun ini jadi bulan-bulanan.

    Sebelum diubah, akun Serie A versi bahasa Indonesia menerbitkan foto yang sama tapi dengan teks yang dinilai provokatif.

    "Bla bla bla.....," tulisnya, dilengkapi emotikon sut atau jangan berisik.

    Konten asli ini diterbitkan pukul 05.15 WIB, setengah jam sebelum ditimpa versi baru.

    Mengingat segala perdebatan dan insiden yang terjadi di partai tersebut yang merugikan Juventus, otomatis akun ini dianggap pro-Inter.

    Seperti diketahui, kemenangan La Beneamata diwarnai skandal pengusiran Pierre Kalulu akibat menjatuhkan Alessandro Bastoni di babak pertama.

    Baca Juga: Hasil Liga Italia - Sempat Bayar Utang Gol Bunuh Diri, Juventus Justru Tumbang di Kandang Inter Milan karena Kartu Merah

    Kalulu dihukum kartu kuning kedua saat berusaha menghalangi Bastoni berlari.

    Bek asal Prancis itu dianggap cuma melakukan sentuhan ringan, tetapi wasit tak bisa memakai VAR untuk mengevaluasi insiden kartu kuning.

    Tak pelak, akun @SerieA_ID diserbu warganet karena dituding pro-Inter Milan dan anti-Juventus.

    Akun yang mengusung nama otoritas resmi Serie A seharusnya menunjukkan sikap netralitas melalui setiap unggahan. Berita ini pun sampai ke Italia.

    "Sebuah kesalahan fatal terjadi pada akun resmi Indonesia di X untuk Liga Serie A," tulis Sportmediaset, kanal yang sahamnya dikuasai Keluarga Berlusconi, eks patron AC Milan.

    "Melakukan kesalahan fatal di media sosial setelah pertandingan Inter Milan vs Juventus: (menulis) “Bla bla bla” disertai emoji diam muncul di timeline postingan tersebut."

    "Dengan mengklik 'last edit', seperti pada postingan lainnya, Anda dapat melihat riwayat perubahan teks yang dilakukan jika ada kesalahan atau typo."

    "Penggemar Juventus, tidak hanya di Indonesia, segera mengungkapkan kemarahan. 'Kami menuntut pemecatan admin yang mungkin berpikir dia berada di akun Inter Channel'," lanjutnya.

    Postingan asli dengan teks "Bla bla bla" itu sudah ditiadakan, tetapi tidak menghentikan gerudukan warganet di kolom komentarnya.

    Terkait situasi tersebut, akun @SerieA_ID memberikan klarifikasi pada Minggu (15/2/2026) pukul 21.11 WIB.

    "Sehubungan dengan konten yang dipublikasikan pada akun Lega Serie A Indonesia, kami ingin menegaskan bahwa konten tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai, garis editorial, maupun posisi institusional Lega Serie A."

    "Lega Serie A beroperasi dengan menjunjung tinggi prinsip netralitas, keseimbangan, serta perlindungan terhadap seluruh klub yang berpartisipasi dalam kompetisi."

    "Konten tersebut telah dihapus dan langkah-langkah yang diperlukan langsung diambil terhadap pihak yang bertanggung jawab atas unggahan tersebut."

    "Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada klub-klub yang terlibat, para penggemar, serta seluruh pemangku kepentingan atas kejadian ini," begitu bunyi kutipan pernyataan mereka.

    Wasit Federico La Penna memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu dalam laga Inter Milan kontra Juventus di Liga Italia, Sabtu (14/2/2026) di Giuseppe Meazza.Wasit Federico La Penna memberikan kartu merah kepada Pierre Kalulu dalam laga Inter Milan kontra Juventus di Liga Italia, Sabtu (14/2/2026) di Giuseppe Meazza. (PIERO CRUCIATTI/AFP)

    Kontroversi Bastoni vs Kalulu

    Efek skandal kartu merah Pierre Kalulu dan tudingan simulasi Alessandro Bastoni memang bukan lagi sekadar merambah persaingan dalam Derby d'Italia.

    Insiden tersebut memicu dampak besar dengan munculnya tuntutan revolusi menyeluruh terhadap perwasitan maupun kelembagaan Serie A.

    Ketua Asosiasi Wasit Italia (AIA), Gianluca Rocchi, menyampaikan permintaan maaf dengan mengakui kekeliruan pengadil dalam laga Inter Milan vs Juventus, Federico La Penna.

    Baca Juga: Bos Wasit Italia Minta Maaf, Akui Blunder di Laga Inter Milan Vs Juventus tetapi Gara-gara Dikelabui Bastoni

    "Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk insiden tersebut, untuk keputusan La Penna yang jelas keliru, dan untuk ketidakmampuan menggunakan VAR guna memastikan keputusannya."

    "La Penna terpukul dan kami bersimpati kepadanya, tetapi saya harus berkata jujur kepada Anda, dia bukan satu-satunya orang yang membuat kesalahan."

    "Jelas ada simulasi yang dilakukan pemain (Bastoni). Ini kejadian terbaru dari banyak peristiwa sepanjang musim ini di mana mereka mencoba segala cara untuk mengelabui kami," kata Rocchi kepada ANSA.

    Adapun pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, memberikan pembelaan untuk anak buahnya.

    Ia menilai sentuhan tetaplah sentuhan karena tindakan Kalulu menghentikan pergerakan Bastoni.

    "Tidak ada keraguan bahwa Ale merasakan ada sentuhan walaupun ringan."

    "Dia merasakan ada sentuhan, dia sedang mencoba melakukan serangan balik, dan sesuatu yang penting bisa saja terjadi," ujarnya dikutip dari Tuttomercatoweb.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS