Dirtek Persib Bandung Akui Regulasi 11 Pemain Asing Berdampak Negatif ke Talenta Lokal - Semua Halaman - Bolasport
Dirtek Persib Bandung Akui Regulasi 11 Pemain Asing Berdampak Negatif ke Talenta Lokal - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 24 Februari 2026 | 22:00 WIB
BOLASPORT.COM - Super League 2025-2026 menerapkan regulasi 11 pemain asing.
Jumlahl ini bertamah jika dibandingkan musim lalu.
Seperti yang diketahui, tim hanya diperbolehkan memiliki delapan pemain asing di Super League 2024-2025.
Sementara itu, penambahan kuota asing adalah bentuk dukungan kepada beberapa tim Indonesia yang tampil di kancah Asia.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama I.League, Ferry Paulus sebelum musim Super League 2025-2026 dimulai.
"Kemarin kalau kita lihat memang 8 yang daftar dan 6 yang main."
"Klub merasa bahwa seperti nanggung begitu."
"Apalagi kami punya keinginan bahwa sangat perlu tampil di Asia."
"Makanya yang bisa didaftarkan jadi 11," kata Ferry Paulus kala itu.
Baca Juga: Sepupu Pemain Liverpool Milik Persib Masih Bingung Semua Tim Ingin Permalukan Maung Bandung di GBLA
Sebagai informasi, setiap tim hanya diperbolehkan memasukkan delapan pemain asing di daftar susunan pemain.
Hal ini agar para pemain lokal tetap bisa mendapatkan tempat.
Meski begitu, penambahan kuota pemain asing tetap berdampak negatif ke talenta lokal.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Teknik Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman.
Pria yang sering disapa Djanur itu menilai regulasi 11 pemain asing di Super League 2025-2026 membuat pemain lokal kehilangan menit bermain.
"Saya setuju dengan statement bahwa jadi kesulitan tersendiri karena regulasi di Liga 1-nya sendiri."
"Sekarang selalu bertambah pemain asingnya."
"Sehingga kesempatan untuk pemain-pemain lokalnya semakin berkurang," kata Djanur, dilansir BolaSport.com dari Kompas.com.
Baca Juga: Usai Sikat Borneo FC, Dewa United Ingin Menangkan Semua Laga Sisa
Pernyataan Djanur itu bukannya alasan.
Ia memberikan contoh langsung yang dialami Persib.
Direktur Teknik Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman. (PERSIB)
Persib musim ini sempat beberapa kali memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk promosi ke tim utama.
Seperti contohnya yakni Rhaka Syafaka, Kevin Pasha, Nazriel Alfaro hingga Athaya Zahran.
Namun, para pemain tersebut kesulitan menembus skuad utama Persib.
"Ya, termasuk pemain-pemain yang didorong dari EPA U-20 ke senior, ini menjadi kesulitan tersendiri."
"Walaupun kita bisa mendorong dua-tiga pemain (ke senior) mereka hanya sebagai ikut latihan," ucap Djanur.
Djanur berharap Persib bisa menemukan solusi terkait masalah ini.
Ia tak ingin para pemain muda hanya mampir latihan saja di skuad Persib tetapi mendapat menit bermain.
“Itu sudah saya sampaikan kepada manajemen, bagaimana ini harus ada solusi, harus ada jalan keluar."
"Karena memang pemain tidak cukup hanya dengan latihan, butuh main.”
“Kalau masuk ke tim atau skuad senior hanya untuk berlatih saja tanpa mendapatkan menit bermain, saya pikir prestasi mereka akan stagnan di situ,” tutur Djanur.