0
News
    Home Berita Donald Trump Featured FIFA Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Dikritik Habis-habisan, Presiden FIFA Bela Trump soal Penghargaan Perdamaian - KompaS

    6 min read

     

    Dikritik Habis-habisan, Presiden FIFA Bela Trump soal Penghargaan Perdamaian



    WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Presiden FIFA Gianni Infantino membela keputusannya yang kontroversial dalam memberikan penghargaan perdamaian kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

    Pernyataan tersebut muncul setelah Infantino mendapat kritik karena menyerahkan penghargaan perdamaian perdana FIFA kepada Trump dalam acara undian Piala Dunia 2026 di Washington DC pada Desember lalu.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Keputusan itu menuai sorotan setelah pasukan AS menangkap presiden Venezuela Nicolas Maduro. Di waktu yang bersamaan, Trump juga menggebu-gebu menyatakan keinginannya untuk mengakuisisi Greenland, yang kemudian memicu pertanyaan soal penghargaan perdamaian yang diberikan FIFA.

    Baca juga: Gagal Dapat Nobel Perdamaian, Trump Diganjar Penghargaan Mendadak dari FIFA

    Meski demikian, Infantino menilai Trump pantas menerima penghargaan tersebut. Ia mengatakan kepada Sky News pada Senin (2/2/2026), “Secara objektif, dia layak menerimanya.”

    TNI AD Akan Kirim 8.000 Tentara ke Gaza, Calon Pasukan ISF sedang Dilatih

    Ia menambahkan, “Apa pun yang bisa kita lakukan untuk membantu perdamaian di dunia, seharusnya kita lakukan, dan karena alasan itu, sejak beberapa waktu kami berpikir harus melakukan sesuatu untuk memberi penghargaan kepada orang-orang yang melakukan sesuatu.”

    Tolak seruan boikot Piala Dunia

    Baca juga: Respons Gianni Infantino atas Lelucon ke Fans soal Hadiah Perdamaian Donald Trump

    Infantino juga menolak anggapan bahwa kebijakan dalam dan luar negeri pemerintahan Trump bisa memicu boikot Piala Dunia tahun ini.

    Adapun turnamen tersebut akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli.

    Namun, sejumlah kota di AS mengalami keresahan, terutama Minneapolis, terkait pendekatan pemerintahan Trump dalam penegakan hukum imigrasi.

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

    Infantino menilai hal tersebut bukan alasan untuk mencampurkan politik dengan sepak bola.

     “Di dunia kita yang terpecah, di dunia kita yang agresif, kita membutuhkan momen-momen di mana orang bisa datang, bisa bertemu seputar gairah (terhadap sepak bola),” katanya.

    Baca juga: Saat Seruan Boikot Piala Dunia Datang dari Eks Presiden FIFA...

    Isyarat buka jalan untuk kembalinya Rusia

    Dalam kesempatan yang sama, Infantino juga mengatakan bahwa FIFA dan UEFA “harus” mempertimbangkan membuka jalan bagi Rusia kembali tampil di kompetisi internasional.

    Diketahui, Rusia dilarang mengikuti Piala Dunia sejak invasinya ke Ukraina pada 2022.

    Namun, Komite Olimpiade Internasional kini telah merekomendasikan agar federasi olahraga mengizinkan tim Rusia berkompetisi di level usia muda.

    Baca juga: Piers Morgan Beri Dukungan untuk Aksi Mogok Ronaldo di Al Nassr

    Infantino menyatakan, “Kita harus (melihat kemungkinan menerima kembali Rusia). Pasti.”

    Ia menilai larangan tersebut tidak membawa dampak positif. “Larangan ini tidak mencapai apa pun, itu hanya menciptakan lebih banyak frustrasi dan kebencian.”

    Menurutnya, “Membiarkan anak-anak perempuan dan laki-laki dari Rusia bisa bermain pertandingan sepak bola di bagian lain Eropa akan membantu.”

    Baca juga: FIFA Ketar-ketir Usai Ribuan Fans Diduga Batalkan Tiket Piala Dunia, Kenapa?

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS