Denmark Geram Status Tim Terbaik Eropa Direbut Prancis, Peringkat Unggulan Juga Terdampak pada Thomas Cup 2026 - Bolasport
BOLASPORT.COM - Federasi Bulu Tangkis Denmark merasa geram setelah status sebagai tim terbaik di Eropa direbut Prancis.
Tim bulu tangkis Denmark untuk pertama kalinya gagal mempertahankan tradisi juara pada Kejuaraan Beregu Eropa pada tahun ini.
Mereka dikalahkan Prancis dalam laga final untuk meraih gelar pertamanya.
Padahal, Denmark selalu tak terbendung dengan selalu meraih gelar juara sejak Kejuaraan Beregu Eropa pertama kali digelar pada tahun 2006.
Tim putra Denmark sudah mengoleksi sembilan titel, termasuk pada edisi terakhir yang dimenangkan pada tahun 2024 di Polandia.
Namun, takhta Denmark sebagai tim terbaik di Eropa runtuh setelah Prancis berhasil menjurai Kejuaraan Beregu Eropa 2026.
Prancis memang datang dengan skuad dan para pemain muda potensial, seperti, Alex Lanier, Toma Junior Popov, dan Christo Popov.
Direktur Olahraga Federasi Bulu Tangkis Denmark, Jens Meibom, geram dengan kekalahan tersebut.
Tahun ini, Denmark juga tidak diperkuat oleh mantan tunggal putra nomor satu dunia, Viktor Axelsen.
Baca Juga: Turnamen BWF di India Turun Kasta setelah Berbagai Pengalaman Buruk, Kerugian bagi Pemain Sendiri
Meibom menjelaskan bahwa Prancis akan sulit dikalahkan untuk ke depannnya.
Dia mengatakan, Denmark tidak seharusnya berharap untuk merebut kembali takhta dalam waktu dekat, karena Prancis juga akan sulit dikalahkan dalam beberapa tahun mendatang.
"Kami tahu bahwa dengan absennya Viktor Axelsen dan Frederik Sogaard, akan sulit bagi tim putra kami melawan Prancis, dan saya pikir upaya tim putra di final dapat diterima," kata Meibom, dilansir BolaSport.com dari SportTV2.
"Prancis telah menjadi tim yang terampil di sektor putra, terutama di nomor tunggal, dan kita harus berusaha untuk bersaing dengan mereka di sektor putra ke depannya," kata Meibom.
Meibom akan melakukan evaluasi untuk mencapai hasil yang lebih baik.
"Kejuaraan Tim Eropa sebelumnya merupakan tugas yang cukup mudah bagi kami," kata Meibom lagi.
"Itulah mengapa sebelumnya kami menurunkan pemain muda yang diberi kesempatan, sementara beberapa pemain terbaik kami tetap tinggal di rumah karena kami yakin bahwa kami tetap bisa memenangkan pertandingan."
"Namun, situasi persaingan telah berubah, terutama di sektor putra."
Selain itu, Prancis juga mengungguli Denmark dalam peringkat tim unggulan pada Thomas Cup 2026.
Prancis menempati unggulan kelima atau tim nomor satu Eropa pada Thomas Cup, sementara Denmark tepat di bawahnya pada unggulan keenam.
"Kami terus berupaya untuk meningkatkan semua parameter." kata Meibom.
"Itulah mengapa kami tentu saja juga mengevaluasi Kejuaraan Eropa ini secara internal dan mendiskusikan apa yang dapat kami lakukan dengan lebih baik."
"Mungkin kami harus mendatangkan pelatih tambahan agar kami dapat memberikan layanan dan persiapan yang lebih baik kepada para pemain untuk pertandingan. Ini adalah beberapa hal yang perlu kita diskusikan," ujarnya.