Daftar Sanksi AFC yang Menghantui Persib usai Ricuh pada Akhir Laga Kontra Ratchaburi, Siap-siap Dompet Manajemen Maung Bandung Terkuras - tvOneNews
Jakarta, tvOnenews.com - Kericuhan yang terjadi seusai kemenangan Persib Bandung atas Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) berpotensi berujung pada sanksi dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Insiden tersebut menjadi sorotan karena melibatkan pitch invasion, pelemparan benda, hingga ancaman terhadap perangkat pertandingan.
Kemenangan 1-0 yang diraih Persib pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 memang tidak cukup untuk membawa Maung Bandung lolos. Agregat 1-3 membuat tim asuhan Bojan Hodak harus mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi Asia musim ini.
Situasi memanas sejak babak pertama setelah wasit asal Arab Saudi, Majed Mohammed Al-Shamrani, menganulir gol Persib dan mengeluarkan kartu merah untuk Uilliam Barros. Keputusan tersebut memicu protes keras dari suporter yang menilai kepemimpinan wasit tidak adil.
Puncaknya terjadi setelah pertandingan berakhir ketika sejumlah oknum Bobotoh masuk ke lapangan. Mereka bahkan sempat berusaha mendekati wasit yang langsung diamankan oleh petugas keamanan dan panitia penyelenggara.

- tvOnenews.com - Hartifiany Praisra
Tidak hanya itu, sejumlah petasan dan botol juga dilemparkan ke arah lapangan selama pertandingan berlangsung. Aksi tersebut membuat situasi stadion semakin tidak kondusif dan memaksa pemain serta ofisial tim tamu bergegas menuju ruang ganti.
Berdasarkan regulasi AFC, klub bertanggung jawab atas perilaku suporter di stadion. Aturan tersebut tertuang dalam AFC Disciplinary and Ethics Code Article 67 tentang tanggung jawab klub terhadap tindakan penonton.
Dalam regulasi itu disebutkan bahwa pelanggaran seperti pitch invasion, pelemparan benda, penggunaan petasan, hingga ancaman terhadap ofisial bisa berujung sanksi berat. Klub tetap dianggap bersalah meskipun pelaku tidak dapat diidentifikasi.
Selain itu, AFC juga memiliki standar denda untuk pelanggaran pitch invasion. Nominal denda bisa meningkat tergantung jumlah pelaku dan tingkat ancaman terhadap keselamatan pertandingan.
Melihat kronologi di GBLA, Persib berpotensi dikenai denda finansial yang cukup besar. Besarnya sanksi dapat bertambah jika AFC menilai insiden tersebut membahayakan wasit, pemain, maupun petugas keamanan.
Tidak menutup kemungkinan, Persib juga mendapat hukuman tambahan berupa laga tanpa penonton dalam kompetisi Asia berikutnya. Sanksi ini sering dijatuhkan AFC untuk memberikan efek jera dan meningkatkan standar keamanan.
Dalam sejumlah kasus sebelumnya, klub Asia juga pernah mendapat hukuman penutupan stadion atau pembatasan jumlah penonton. Hal tersebut menjadi langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.
Jika terbukti ada kekerasan terhadap steward atau perangkat pertandingan, AFC dapat menjatuhkan sanksi tambahan. Bahkan, pengawasan ketat terhadap keamanan stadion bisa diberlakukan pada laga internasional berikutnya. (fan)