Courtois Kecewa dengan Mourinho yang Terkesan Membenarkan Rasisme Gegara Selebrasi Joget Vinicius - Bolasport
BOLASPORT.COM - Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelatih Benfica, Jose Mourinho, yang dinilai lebih mempermasalahkan selebrasi Vinicius Junior ketimbang insiden dugaan rasisme yang dialami sang pemain Brasil.
Kritikan tersebut dilontarkan menjelang laga leg kedua babak play-off Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica di Santiago Bernabeu, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.
Kedua tim masih dibayangi insiden kontroversial pada leg pertama di Portugal pekan lalu ketika Vinicius diduga menjadi korban rasisme verbal dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Peristiwa tersebut bermula setelah Vinicius Junior mencetak gol indah pada menit ke-50 yang menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan leg pertama di Estadio da Luz.
Seusai mencetak gol, dia melakukan selebrasi dengan berdansa di sudut sepak pojok sambil menghadap ke arah tribun suporter tuan rumah.
Wasit asal Prancis, Francois Letexier, menganggap selebrasi tersebut berlebihan sehingga memberikan kartu kuning kepada Vinicius.
Saat Benfica hendak melakukan sepak mula, Prestianni diduga melontarkan kata "mono" dalam bahasa Spanyol yang berarti monyet kepada pemain Vinicius.
Baca Juga: Lagi Dihukum, Mourinho Nekat Datang ke Kandang Real Madrid
Mendengar ucapan Prestianni, Vinicius langsung berlari menghampiri wasit Letexier untuk melaporkan insiden rasisme yang baru saja dialaminya.
Menanggapi kontroversi tersebut, Jose Mourinho dalam konferensi pers setelah pertandingan justru mempermasalahkan selebrasi yang dilakukan Vinicius.
Mantan pelatih Real Madrid itu berpendapat bahwa seharusnya Vinicius tidak melakukan selebrasi sedemikian rupa yang dapat memprovokasi suporter lawan.
"Saya percaya begitu [bahwa Vinicius Junior memprovokasi penonton], kemudian kata-kata yang mereka pertukarkan, Gianluca Prestianni dengan Vinicius, saya ingin bersikap independen," ujar Mourinho usai laga leg pertama.
"Saya mengatakan kepadanya [Vinicius Junior], 'ketika kamu mencetak gol seperti itu, kamu cukup merayakan dan berjalan kembali'."
Pernyataan Mourinho langsung mendapatkan bantahan keras dari Thibaut Courtois.
"Mourinho adalah Mourinho, dan sebagai pelatih, Anda akan membela klub Anda dan apa yang telah dikatakan pemain Anda kepada Anda," ungkap Courtois dinukil dari laman resmi klub.
"Satu-satunya hal yang mengecewakan saya adalah penggunaan selebrasi Vini sebagai alasan, dia tidak melakukan kesalahan apa pun."
Baca Juga: Legenda Man United Ikut Campur dan Membela Mourinho dalam Dugaan Kasus Rasisme terhadap Vinicius
"Dia merayakan seperti banyak rival kami, karena ketika kami kebobolan gol, euforianya berlipat ganda atau tiga kali lipat."
"Itu sudah berakhir, dan kita harus melanjutkan, tetapi kita tidak bisa membenarkan dugaan tindakan rasisme dengan selebrasi."
"Kita berada di momen yang tepat bagi sepak bola untuk mengakhiri hal-hal ini," tutup Courtois.
Dalam kesempatan yang sama, Courtois juga menegaskan bahwa para pemain Real Madrid di ruang ganti mengetahui apa yang sebenarnya terjadi berdasarkan cerita langsung dari Vinicius.
Kiper bertinggi dua meter itu menambahkan bahwa insiden seperti ini sudah terlalu sering terjadi dalam dunia sepak bola.
Sementara itu, UEFA telah menjatuhkan sanksi sementara kepada Prestianni berupa larangan bermain satu pertandingan.
Berarti dia tidak dapat membela Benfica pada leg kedua di Santiago Bernabeu.