Bos Wasit Italia Minta Maaf, Akui Blunder di Laga Inter Milan Vs Juventus tetapi Gara-gara Dikelabui Bastoni - Bolasport
BOLASPORT.COM - Pengatur penugasan wasit di Liga Italia, Gianluca Rocchi, meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan anggotanya dalam laga Inter Milan kontra Juventus.
Duel Inter versus Juve pada pekan ke-25 Serie A, Sabtu (14/2/2026) di Giuseppe Meazza, diwarnai kontroversi.
Menjelang akhir babak pertama saat skor sedang 1-1, bek Inter, Alessandro Bastoni, melakukan diving setelah sedikit tersentuh oleh pemain Juve, Pierre Kalulu.
Wasit Federico La Penna langsung memberikan kartu kuning kepada Kalulu.
Karena sebelumnya juga sudah mendapatkan kartu kuning, Kalulu pun diusir keluar lapangan.
Protesnya yang meminta pengecekan diabaikan karena VAR memang tidak bisa mengintervensi pemberian kartu kuning.
Inter Milan akhirnya menang 3-2 dalam pertandingan tersebut.
Performa La Penna mendapatkan kecaman keras dari jagat sepak bola Italia.
Baca Juga: Wasitnya Abal-abal, Inter Milan Vs Juventus Memalukan Ditonton Seluruh Dunia
Wasit berusia 43 tahun yang telah berpengalaman memimpin 96 pertandingan Serie A itu dianggap bersalah karena tidak melihat diving yang dilakukan oleh Bastoni.
Sebagai petugas yang mengatur penunjukan wasit di Liga Italia, Gianluca Rocchi meminta maaf sehari setelah pertandingan.
Mantan wasit FIFA pada selang 2008-2020 itu mengakui ada kesalahan dari pihaknya.
"Kami meminta maaf yang sebesar-besarnya untuk insiden tersebut," kata Rocchi seperti dikutip dari ANSA.
"Untuk keputusan La Penna, yang jelas keliru, dan untuk ketidakmampuan menggunakan VAR buat memastikan keputusannya."
Namun, Rocchi menegaskan bahwa bukan hanya anggotanya yang melakukan blunder tetapi Alessandro Bastoni juga bersalah.
"La Penna terpukul dan kami bersimpati kepadanya," lanjut Rocchi.
"Tetapi saya harus berkata jujur kepada Anda: dia bukan satu-satunya orang yang membuat kesalahan."
"Soalnya kemarin jelas ada simulasi yang dilakukan pemain."
"Ini kejadian terbaru dari banyak peristiwa sepanjang musim ini di mana mereka mencoba segala cara untuk mengelabui kami."
Bastoni sendiri juga mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.
Situasinya menjadi lebih runyam bagi Bastoni karena dia merayakan aksinya membohongi wasit yang berujung dikartu merahnya Kalulu.
Sikap Bastoni dianggap mencederai fair play dengan sangat buruk.
Yang membela sang bek barangkali hanya Inter Milan lewat pelatihnya, Cristian Chivu, dan Interisti.
"Tidak ada keraguan bahwa Ale merasakan ada sentuhan sekalipun ringan," kata Chivu seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.
"Dia merasakan ada sentuhan, dia sedang mencoba melakukan serangan balik, dan sesuatu yang penting bisa saja terjadi."
Baca Juga: Rayakan Aksi Kelabui Wasit, Alessandro Bastoni Jangan Dipanggil ke Timnas Italia
"Anda mempertanyakan seorang pemain yang tidak melakukan simulasi. Dia merasakan tamparan dan tangan lawan mencegahnya bergerak melakukan transisi."
Segera setelah kontroversi ini muncul, ada seruan dari media Italia bahkan eks Perdana Menteri, Enrico Letta, yang mendesak supaya Bastoni tidak dipanggil lagi ke Timnas Italia.
"Apakah Bastoni bangga atas apa yang telah dia lakukan?," tulis Tuttomercatoweb.
"Apakah dia bahkan hanya untuk sekejap berpikir buat mengaku kepada wasit bahwa tidak ada kontak?"
"Chivu, bertindak sebagai orang yang pintar, menggantinya di pergantian babak."
"Sebuah kartu merah moral dari pelatihnya sendiri tetapi itu tidak cukup."
"Pemain seperti dia seharusnya tidak boleh memakai seragam tim nasional."
"Pelatih Gattuso, seorang pria yang menjunjung fair play, harus memikirkan hal ini."