Bodo/Glimt Bukan Tim Bodoh! Manchester City hingga Inter Milan Jadi Korban Musim Ini - Viva
Bodo/Glimt Bukan Tim Bodoh! Manchester City hingga Inter Milan Jadi Korban Musim Ini
Bodø, VIVA – Nama Bodo/Glimt mungkin terdengar mengundang senyum bagi publik Indonesia. Namun di atas lapangan, klub asal Norwegia ini sama sekali bukan “tim bodoh”. Justru sebaliknya, Bodø/Glimt menjelma menjadi salah satu mimpi buruk terbesar bagi klub-klub elite Eropa di Liga Champions musim ini.
Status underdog tak membuat Bodø/Glimt gentar. Mereka malah sukses “membodoh-bodohi” deretan tim raksasa Eropa. Dalam sebulan terakhir, klub-klub mapan seperti Manchester City, Atletico Madrid, hingga Inter Milan harus merasakan pahitnya kalah dari wakil Norwegia tersebut di ajang Liga Champions.
Inter Milan menjadi korban terbaru. Finalis Liga Champions musim lalu itu tumbang dengan skor 1-3 saat bertandang ke Aspmyra Stadion, Bodø, pada leg pertama babak playoff Liga Champions, Kamis dini hari WIB, 19 Februari 2026. Bermain di kandang dengan atmosfer dingin dan intens, Bodø/Glimt tampil agresif sejak awal dan sukses membuat Inter kesulitan mengembangkan permainan.
Kemenangan atas Inter semakin menegaskan bahwa performa impresif Bodø/Glimt bukan sekadar kebetulan. Sebelumnya, mereka juga mampu menjinakkan Manchester City dan Atletico Madrid, dua tim yang dikenal sarat pengalaman dan kualitas di kompetisi Eropa.
Gaya bermain cepat, pressing tinggi, serta keberanian menyerang menjadi ciri khas Bodø/Glimt musim ini. Kombinasi tersebut membuat lawan-lawan mereka kelabakan, terutama saat harus bermain di Aspmyra Stadion yang terkenal sulit bagi tim tamu.
Bagi Inter Milan, hasil ini jelas menjadi peringatan serius jelang leg kedua. Persiapan matang wajib dilakukan jika ingin membalikkan keadaan. Bahkan, tak sedikit yang menyindir bahwa Inter perlu “belajar” lebih dulu cara mengalahkan Bodø/Glimt—entah dengan menonton ulang laga Juventus, atau sekadar mengintip pengalaman Tottenham Hotspur dan Manchester United yang pernah menghadapi tekanan serupa.
Terlepas dari candaan tersebut, satu hal jelas: Bodø/Glimt kini bukan lagi tim pelengkap di Liga Champions. Mereka adalah simbol bahwa sepak bola Eropa masih memberi ruang bagi kejutan, dan bahwa status besar bukan jaminan aman ketika berhadapan dengan tim yang bermain penuh keyakinan.
Musim ini, Bodø/Glimt bukan hanya sekadar underdog. Mereka adalah pengingat bahwa di Liga Champions, siapa pun bisa jadi korban—bahkan para raksasa.