Bernardo Tavares Bingung Wasit Asal Jepang Buat Kontroversi saat Persebaya Hadapi Bhayangkara FC - Semua Halaman - Bolasport
Bernardo Tavares Bingung Wasit Asal Jepang Buat Kontroversi saat Persebaya Hadapi Bhayangkara FC - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Minggu, 15 Februari 2026 | 14:00 WIB
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares sebut wasit asal Jepang Yudao Yamamoto bekerja kurang maksimal saat laga melawan Bhayangkara FC. (PERSEBAYA)
BOLASPORT.COM - Bernardo Tavares kecewa dengan kepemimpinan wasit saat laga Persebaya Surabaya melawan Bhayangkara FC.
Persebaya kalah dengan skor 1-2 pada lanjutan pekan ke-21 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2).
Pertandingan ini dipimpin oleh wasit asal Jepang Yudao Yamamoto yang merupakan salah satu wasit asing yang bertugas di liga.
Duel kedua memang berjalan ketat dan beberapa momen sempat terhenti karena pemain harus mendapatkan perawatan.
Hal ini yang akhirnya membuat tim tuan rumah kehilangan momentum untuk mencetak gol.
Baca Juga: Bernardo Tavares Ungkap Dosa Persebaya setelah Kalah dari Bhayangkara FC
Tavares menjelaskan bahwa sebenarnya dia ingin memanfaatkan pemain yang ada di bench dengan maksimal.
Salah satunya dengan memasang pemain muda untuk membuka ruang karena pertahanan lawan yang rapat.
Namun, skema ini tidak bisa berjalan karena banyak insiden di lapangan yang membuat pertandingan harus dihentikan.
"Kita perlu menaruh pemain muda, di koridor karena mereka memiliki kecepatan."
"Namun kita tidak memiliki kesempatan karena pertandingan selalu terhenti," kata Bernardo Tavares dilansir BolaSport.com dari kanal YouTube Persebaya.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares (kiri) saat memberikan keterangan kepada awak media sesuai lawan Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2/2026). (PERSEBAYA)
Kepemimpinan wasit Yudao dinilai kurang maksimal di laga tersebut.
Pasalnya, dia hanya memberikan tambahan waktu yang minim meski pertandingan beberapa kali dihentikan.
Hal tersebut yang membuat Persebaya kecewa dan meminta Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa untuk bertindak tegas.
"Saya kira inilah wasit Indonesia, saya paham, namun ini orang Jepang."
"Kewarganegaraan sama seperti Pak Ogawa, ayolah berbicara kepadanya, berikan beberapa menit," terangnya.
Meski merasa dirugikan, Tavares tetap menerima kekalahan dari Bhayangkara yang sekaligus memutus catatan 13 laga unbeaten milik mereka.
Menurutnya, masalah utama adalah karena tim tamu bisa memanfaatkan peluang dengan baik dan mencuri gol.
Hal ini yang sulit dilakukan dan akhirnya Bajul Ijo harus tumbang di depan suporter sendiri.
"Saya tidak mengatakan kita kalah karena wasit."
"Kita kalah karena tim lawan mencetak dua gol, sedangkan kita hanya satu gol."
"Inilah catatan pertandingan," ujarnya.