0
News
    Home Alvaro Arbeloa Berita Featured Real Madrid Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Aneh, Ternyata Arbeloa Tidak Terapkan Taktik Khusus Buat Real Madrid - Bolasport

    7 min read

     

    Aneh, Ternyata Arbeloa Tidak Terapkan Taktik Khusus Buat Real Madrid


    Alvaro Arbeloa disebut-sebut tidak menerapkan taktik khusus saat membesut Real Madrid. (FILIPE AMORIM/AFP)

    BOLASPORT.COM - Pelatih Real MadridAlvaro Arbeloa, ternyata tidak menerapkan taktik khusus saat menangani Los Blancos setelah kepergian Xabi Alonso.

    Eks bek kanan Real Madrid itu ditunjuk untuk menggantikan Xabi yang mengundurkan diri pada 12 Januari lalu.

    Xabi Alonso sendiri dikenal dengan taktik penguasaan bola dan cenderung memakai formasi tiga bek dalam skema permainannya.

    Selama menjabat sebagai juru taktik Los Galacticos, Xabi malah sangat jarang memakai formasi tiga bek dan lebih cenderung menggunakan formasi 4-3-3 yang sudah menjadi ciri khas El Real.

    Para pemain Real Madrid banyak yang tidak menyukai Xabi dengan berbagai alasan, termasuk alasan klasik tidak memberikan banyak ruang untuk berkreasi secara individu.

    Sebelum hengkang, ruang ganti Real Madrid sudah lebih dulu bergejolak dengan pemain-pemain bintang seperti Vinicius Junior yang paling disorot karena gestur dan mimik wajahnya yang terlihat tidak menerima ketika diganti oleh Xabi dalam pertandingan.

    Kini, tanggung jawab berpindah ke pundak Alvaro Arbeloa sebagai arsitek Los Merengues.

    Arbeloa, yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala Castilla, dibebankan dengan tugas yang tidak mudah untuk menangani tim sebesar Real Madrid yang tidak banyak memberi ruang untuk kompromi.

    Baca Juga: Pemain Real Madrid Ribet Soal Kriteria Pelatih, Alvaro Arbeloa Kuat Berapa Lama?

    Menurut laporan dari Mundo Deportivo, sejak awal memimpin Kylian Mbappe dan kawan-kawan, ternyata Arbeloa tidak menerapkan taktik khusus kepada para pemainnya.

    Lebih tepatnya, masalah taktik bukan yang utama bagi Arbeloa yang sudah genap menangani enam pertandingan bersama Vinicius Junior dkk.

    Hal ini dapat diartikan bahwa gaya bermain pragmatis dengan tumpuan pada kemampuan individu masing-masing pemain kembali menjadi atribut utama dalam skema bermain Los Blancos.

    Fokus utama yang dilakukan Arbeloa di tim utama El Real lebih mengedepankan aspek fisik, membangun kekompakan tim, dan memotivasi para pemain untuk tampil maksimal.

    Tak heran, mengembalikan Antonio Pintus sebagai kepala pelatih fisik menjadi gebrakan pertama di awal kedatangan Arbeloa ke tim senior Real Madrid.

    Bahkan, presiden Real Madrid, Florentino Perez, sangat menyukai pelatih fisik asal Italia itu dengan menyebutkan bahwa Pintus menjadi salah satu alasan utama Real Madrid bisa meraih banyak gelar Liga Champions.

    Dalam acara Cadena SER "El Larguero" yang dikutip oleh Mundo Deportivo, seorang narasumber mengungkapkan pandangannya tentang pendekatan Arbeloa.

    "Dalam beberapa minggu pertama memimpin klub, Arbeloa telah menunjukkan bahwa dia tidak terlalu menekankan taktik," ungkap narasumber terpercaya tersebut.

    Baca Juga: Operasi Luis Figo 2.0, Presiden Real Madrid Ngebet Bajak Pedri dari Barcelona

    "Mungkin nanti dia akan melakukannya, tetapi saat ini dia fokus pada membangun kekompakan tim, meningkatkan kondisi fisik tim, dan memotivasi mereka."

    "Real Madrid menegaskan bahwa masih banyak ruang untuk perbaikan, dan itulah yang sedang dikerjakan oleh Pintus."

    "Saya mengerti bahwa di Real Madrid mereka percaya Pintus bisa mengeluarkan performa ekstra dari para pemain dalam aspek fisik."

    "Di Real Madrid, mereka menganggap warisan Xabi Alonso dalam hal fisik adalah bencana dan mengklaim bahwa dia telah meninggalkan tim dalam keadaan tertekan," pungkas narasumber tersebut.

    Pendekatan Arbeloa yang berbeda ini mungkin merupakan respons terhadap situasi yang dihadapi tim setelah kepergian Xabi Alonso yang kontroversial.

    Dengan mengembalikan Antonio Pintus, Arbeloa tampaknya ingin memastikan bahwa tim memiliki fondasi fisik yang kuat sebagai basis untuk permainan mereka.

    Keputusan untuk tidak terlalu menekankan taktik juga bisa dilihat sebagai upaya Arbeloa untuk memberikan kebebasan lebih kepada para pemain bintang seperti Vinicius Junior dan Kylian Mbappe.

    Namun, masih terlalu dini untuk menilai efektivitas pendekatan Arbeloa ini dalam jangka panjang, mengingat dia baru menangani enam pertandingan bersama tim utama Real Madrid.

    Tantangan terbesar bagi Arbeloa adalah membuktikan bahwa pendekatan ini dapat membawa kesuksesan bagi klub yang selalu dituntut untuk memenangi trofi di setiap musim.

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS