Alasan Ketum FFI Takkan Pecat Hector Souto dari Kursi Pelatih Timnas Futsal Indonesia - Okezone
JAKARTA – Ketua Umum (Ketum) Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, menepis segala kekhawatiran publik mengenai masa depan Hector Souto sebagai pelatih Timnas Futsal Indonesia. Michael menegaskan federasi sama sekali tidak berniat melakukan pergantian di kursi pelatih, mengingat dampak instan dan prestasi gemilang yang telah disumbangkan juru taktik asal Spanyol tersebut bagi kemajuan futsal Tanah Air.
Tak bisa dipungkiri Souto menjadi aktor di balik tren positif Timnas Futsal Indonesia saat ini. Sejak ditunjuk sebagai pelatih pada Agustus 2024 lalu, pelatih asal Spanyol tersebut sukses mengukir beragam pencapaian manis.
Timnas Futsal Indonesia sukses menjuarai Piala AFF Futsal 2024, meraih medali emas SEA Games 2025, dan mencetak sejarah usai menjadi runner-up Piala Asia Futsal 2026. Di tengah laju positif itu, publik justru dibuat khawatir federasi akan memecat Souto di tengah jalan.
1. Komitmen Federasi dan Keberuntungan Indonesia
Menanggapi hal itu, Michael menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah memiliki niat untuk mengganti Souto. Kata dia, federasi sangat puas dan beruntung memiliki sosok pelatih berusia 44 tahun tersebut.

“Saya sih sama sekali tidak pernah sedikit pun terpikir untuk mengganti pelatih (Hector Souto),” kata Michael kepada wartawan termasuk iNews Media Group, Senin (9/2/2026).
“Saya sangat puas. Indonesia sangat puas. Saya yakin semua kita di komunitas futsal sangat puas. Bahkan saya akan bilang bahwa Indonesia sangat beruntung punya Coach seperti Coach Hector,” sambungnya.
2. Fasilitasi Visi Menuju Level Dunia
Lebih lanjut, Michael menjelaskan tanggung jawab FFI bukan sekadar mempertahankan prestasi Timnas Futsal Indonesia, tetapi juga memastikan visi sang pelatih dapat terfasilitasi dengan baik. Dia mencontohkan visi tersebut antara lain diwujudkan melalui upaya membawa Skuad Garuda menghadapi lawan-lawan kelas dunia.
"Bahkan kami di federasi punya tugas bisa memfasilitasi. Bukan sekadar mempertahankan, tapi memfasilitasi visi Coach Hector mengembangkan Timnas seperti apa, butuh apa," tuturnya.

"Contoh tadi saya sebut, kami ingin bisa ke Spanyol, kita ingin bisa melawan Brasil. Sebenarnya ini tuntutan atau harapan dari siapa? Bukan cuma dari saya. Tapi karena memang kalau Coach Hector bilang, kalau Timnas kita mau naik kelas, ya kami harus terbiasa dengan permainan-permainan di tingkat dunia," pungkas Michael.
Pergantian pelatih di tengah jalan merupakan sebuah kekhawatiran yang terus menghantui pencinta olahraga tanah air. Ini berkaca pada dinamika sepak bola nasional, merujuk pada pemecatan Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia di tengah momentum krusial yang sempat terjadi sebelumnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Lihat juga: Mang Ojak Diomelin Penumpang Gara-Gara Ini