VIVASoccer – Persib Bandung menghadapi pukulan telak usai kalah 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL Two) 2025/2026, Rabu malam, 11 Februari 2026. 

Kekalahan tersebut memperlihatkan persoalan serius dalam fase transisi bertahan yang berujung pada tiga gol krusial tuan rumah.

Gol cepat di awal pertandingan, kegagalan membaca serangan silang, serta buruknya antisipasi counter attack menjadi titik lemah utama yang disorot dari performa Maung Bandung.

Gol Cepat Menit 5: Transisi Negatif yang Terlambat

Momen fatal pertama terjadi saat pertandingan baru berjalan lima menit. Umpan Deni Junior sukses dimanfaatkan Pedro Tana menjadi gol pembuka yang langsung mengubah ritme laga.

Gol tersebut berawal dari kehilangan struktur pertahanan saat transisi dari menyerang ke bertahan. Lini belakang Persib gagal menutup ruang di half-space, sehingga Ratchaburi mudah memanfaatkan celah melalui umpan vertikal cepat.

Gol awal ini membuat Persib terpaksa bermain lebih terbuka dan mengubah pendekatan taktik sejak awal laga.

Menit 53: Lemahnya Antisipasi Serangan Sisi

Gol kedua Ratchaburi tercipta melalui skema umpan silang yang disambut sundulan Gabriel Mutombo.

Situasi tersebut mencerminkan kegagalan Persib dalam menjaga struktur garis pertahanan saat menghadapi overload di sisi lapangan. 

Bek sayap dan gelandang bertahan tidak mampu menutup jalur crossing, memberi ruang bebas bagi penyerang lawan di kotak penalti.

Kondisi ini memperlihatkan masalah koordinasi antarlini dalam situasi defensive transition, terutama saat menghadapi serangan cepat dari sektor sayap. 

Menit 84: Counter Attack yang Tidak Terantisipasi

Gol ketiga kembali dicetak Pedro Tana melalui skema serangan balik cepat di penghujung pertandingan. 

Pada fase ini, Persib berada dalam posisi menyerang dan kehilangan keseimbangan struktur bertahan. Ratchaburi memanfaatkan ruang kosong di belakang lini pertahanan yang terlalu tinggi.

Momen tersebut semakin menegaskan masalah transisi negatif Persib sepanjang pertandingan, terutama ketika kehilangan bola di area tengah. 

Evaluasi Pelatih dan Dampak ke Leg Kedua

Pelatih Bojan Hodak mengakui performa timnya tidak maksimal dan menyoroti lemahnya lini tengah serta respons terhadap tekanan awal lawan.

Kekalahan ini membuat Persib harus mengejar defisit minimal empat gol pada leg kedua di Bandung untuk lolos ke perempat final.

Selain itu, debut pemain anyar Layvin Kurzawa juga belum mampu mengubah jalannya pertandingan, bahkan gol ketiga lawan tercipta tak lama setelah ia masuk ke lapangan.