Tenpin Boling Indonesia Raih Emas Kedua di ASEAN Para Games 2025, Martha dan Sahrul Gemilang - Merdeka
Tim Tenpin Boling Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di ASEAN Para Games 2025 dengan meraih emas kedua. Keberhasilan ini menjadi penanda kekuatan atlet para-boling Tanah Air.

Tim Tenpin Boling Indonesia sukses menambah koleksi medali emas di ajang ASEAN Para Games 2025 Thailand. Medali emas kedua ini diraih dari nomor ganda campuran TPB2+TPB2 yang berlangsung di Blu-O Rhythm & Bowl, 4th Esplanade Ratchada, Bangkok, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Pasangan Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah tampil memukau, mengukuhkan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di cabang olahraga ini.
Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah berhasil mengumpulkan skor impresif 2.061, mengungguli para pesaing mereka. Raihan ini menempatkan mereka di posisi teratas, mengalahkan Brunei Darussalam yang meraih medali perak dengan skor 2.041, serta tuan rumah Thailand yang harus puas dengan medali perunggu setelah mencatatkan skor 2.025.
Emas kedua ini menjadi momentum penting bagi kontingen Tenpin Boling Indonesia, terutama setelah emas pertama yang disumbangkan oleh Robini pada Jumat, 23 Januari 2026, dari nomor tunggal putri TPB8. Keberhasilan ganda campuran ini juga menjadi penebus kegagalan tim Indonesia di nomor ganda campuran TPB1+TPB2/3 yang berlangsung di hari yang sama.
Dominasi Tenpin Boling Indonesia di Kategori Ganda Campuran
Penampilan gemilang dari pasangan Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah di nomor ganda campuran TPB2+TPB2 menjadi sorotan utama. Mereka menunjukkan konsistensi dan kekompakan luar biasa sepanjang pertandingan. Setiap lemparan yang presisi dan strategi yang matang membawa Tenpin Boling Indonesia menuju podium tertinggi.
Dengan total skor 2.061, Martha dan Sahrul berhasil menciptakan jarak poin yang signifikan dengan lawan-lawannya. Brunei Darussalam, yang menempati posisi kedua, terpaut 20 poin, sementara Thailand di posisi ketiga memiliki selisih 36 poin. Performa dominan ini menegaskan kualitas atlet para-boling Indonesia di kancah regional.
Kemenangan ini bukan hanya sekadar medali, melainkan juga cerminan dari kerja keras dan dedikasi panjang para atlet serta tim pelatih Tenpin Boling Indonesia. Keberhasilan ini diharapkan dapat memotivasi atlet lainnya untuk terus berjuang mengharumkan nama bangsa di sisa pertandingan ASEAN Para Games 2025.
Robini Cetak Sejarah Emas Pertama untuk Indonesia
Sebelumnya, kontingen Tenpin Boling Indonesia telah mengukir sejarah dengan meraih medali emas pertama melalui Robini di nomor tunggal putri TPB8. Robini menunjukkan performa terbaiknya pada laga final yang berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026.
Dalam pertandingan yang ketat tersebut, Robini berhasil mengumpulkan skor 795. Ia mengalahkan dua atlet tangguh dari Malaysia, Ruzila Binti Mustafa, yang meraih skor 795, dan Julieyati Binti Abd Jalal, dengan skor 775. Kemenangan Robini ini menjadi pembuka jalan bagi perolehan medali emas selanjutnya bagi tim Tenpin Boling Indonesia.
Emas pertama dari Robini memberikan suntikan semangat yang besar bagi seluruh anggota tim. Keberhasilannya membuktikan bahwa atlet para-boling Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di level tertinggi. Ini juga menjadi bukti nyata dari program pembinaan atlet yang efektif.
Perjuangan Atlet Indonesia di Nomor Ganda Campuran Lainnya
Meskipun meraih dua emas, perjalanan Tenpin Boling Indonesia di ASEAN Para Games 2025 tidak selalu mulus. Tim Indonesia harus menelan kekalahan pada laga final ganda campuran TPB1+TPB2/3 yang juga digelar pada Sabtu.
Indonesia menurunkan dua tim di nomor ini, yaitu Irvan Arimansyah dan Paldin Sipahutar di tim 1, serta Kacung dan Dwi Widiantoro di tim 2. Namun, kedua tim ini tidak mampu berbuat banyak menghadapi wakil-wakil dari Malaysia, Singapura, dan Thailand. Tim 1 Indonesia hanya mampu menyelesaikan laga di posisi kelima dengan skor 1.433, sementara Tim 2 berada di posisi keenam dengan skor 1.430.
Medali emas untuk nomor ganda campuran TPB1+TPB2/3 diraih oleh Malaysia dengan skor 1.872. Singapura mendapatkan perak dengan skor 1.795, diikuti oleh Thailand yang meraih perunggu dengan skor 1.741. Hasil ini menjadi evaluasi penting bagi Tenpin Boling Indonesia untuk terus meningkatkan performa di kategori yang lebih kompetitif.
Klasemen Medali Sementara ASEAN Para Games 2025
Hingga Sabtu, 24 Januari 2026, pukul 19.50 WIB, Indonesia menunjukkan performa yang membanggakan dalam klasemen sementara ASEAN Para Games 2025. Indonesia berhasil menempati posisi kedua dalam perolehan medali, menunjukkan konsistensi atlet-atletnya di berbagai cabang olahraga.
Secara keseluruhan, Indonesia telah mengumpulkan 101 medali emas, 103 perak, dan 88 perunggu. Posisi ini menempatkan Indonesia di atas Malaysia, yang berada di posisi ketiga dengan 49 emas, 43 perak, dan 60 perunggu.
Puncak klasemen sementara masih diduduki oleh tuan rumah Thailand, yang memimpin jauh dengan perolehan 143 emas, 135 perak, dan 117 perunggu. Meskipun demikian, posisi kedua yang diraih Indonesia merupakan pencapaian luar biasa dan menunjukkan potensi besar para atlet disabilitas Tanah Air.
Sumber: AntaraNews