Sriwijaya FC Tandang ke Tegal Menggunakan Bus, Bawa 15 Pemain Tanpa Tim Medis - Semua Halaman - Bolasport
Sriwijaya FC Tandang ke Tegal Menggunakan Bus, Bawa 15 Pemain Tanpa Tim Medis - Semua Halaman - Bolasport.com

BOLASPORT.COM - Masalah finansial yang melanda Sriwijaya FC untuk berjuang di Championship 2025/2026 semakin parah.
Semua pemain dan staf akhirnya harus menggunakan bus untuk bertandang ke markas Persekat Tegal pada Sabtu (10/1/2026).
Ini membuat mereka dalam kondisi yang semakin kurang ideal karena pelatih Budi Sudarsono harus berjuang meningkatkan mental tim.
Apalagi, mereka harus mendapatkan enam kekalahan beruntun musim ini.
Masih coba bangkit, kondisi keuangan tim hanya ditopang dari saku pribadi manajemen.
Kabar terkait tandang menggunakan bus muncul melalui unggahan Instagram Catatan Sriwijaya.
Tim berjuluk Laskar Wong Kito ini hanya membawa 15 pemain dan semakin memberikan sinyal kondisi tim yang semakin kritis.
Selain itu, dalam rombongan ada dua fisio, satu kitman, dan tidak ada tim medis.
Jarak dari Palembang ke Tegal sendiri adalah sekitar 800 km dan membutuhkan waktu 12 jam.
Bagi pemain, ini akan jadi pertandingan yang menyiksa karena mereka dalam kondisi kelelahan sebelum bertanding.
View this post on Instagram
Sementara itu, Direktur Olahraga PT SOM, Anggoro Prajesta menjelaskan bahwa dukungan dari sponsor sudah berhenti akhir tahun lalu.
Sosok yang dikabarkan merupakan pemilik saham mayoritas yakni Alexander Rusli melalui PT Digi Sport Asia sudah tidak memberikan suntikan dana.
Ini membuat Sriwijaya dalam posisi sulit untuk bertahan di kasta kedua dan posisi mereka juga sudah berada di zona merah.
Secara umum nafas klub hanya bergantung dari saku pribadi pengurus untuk bertahan di liga.
"Iya, per 31 Desember Sriwijaya FC sudah tidak ada pendanaan dari Pak Alex/Digi."
"Sekarang kami patungan pakai uang pribadi," kata Anggoro Prajesta dilansir BolaSport.com dari laman Sripoku.com.
Pendapatan klub bahkan disebut sudah semakin minim karena tidak ada dana dari sponsor.
Tentunya, ini jadi perhatian karena Sriwijaya adalah salah satu tim yang sudah lama berjuang di liga.
Mereka bahkan sempat menjadi juara di Divisi Utama Liga Indonesia 2007 dan Liga Super Indonesia 2011/2012.
Namun, pihak pengurus masih mencoba segala cara agar mereka bisa menyelesaikan liga musim ini.
Butuh dana besar untuk bisa membuat tim kembali berada di jalur yang benar dan ini jadi misi yang tidak mudah.
"Danain klub ini sendirian siapa yang sanggup."
"Sponsor nol," ujar Anggoro.