0
News
    Home Berita Championship Featured liga 2 Liga Indonesia Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Sriwijaya FC

    Sriwijaya FC Masih Berpeluang Bertahan di Liga 2, Ini Syarat Berat yang Harus Dipenuhi - Viral Sumsel

    3 min read

     

    Sriwijaya FC Masih Berpeluang Bertahan di Liga 2, Ini Syarat Berat yang Harus Dipenuhi


    Sriwijaya FC Masih Berpeluang Bertahan di Liga 2, Ini Syarat Berat yang Harus Dipenuhi. Foto : viralsumsel.com /sfc

    PALEMBANG, viralsumsel.com – Peluang Sriwijaya FC untuk bertahan di kompetisi Pegadaian Championship 2025/26 atau Liga 2 Indonesia memang terlihat sangat tipis.

    Namun demikian, secara matematis, tim berjuluk Laskar Wong Kito itu belum sepenuhnya tertutup dari ancaman degradasi ke Liga 3 atau Liga Nusantara.

    Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Olahraga PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM), Anggoro Prajesta, yang juga merupakan CEO PT Digi Sport Asia. Menurut Anggoro, jika berbicara berdasarkan hitung-hitungan klasemen, Sriwijaya FC secara teori masih memiliki peluang untuk menyelamatkan diri.

    “Kalau secara hitung-hitungan, sebenarnya belum (pasti degradasi),” ujar Anggoro Prajesta saat dimintai keterangan.

    Saat ini, Sriwijaya FC masih terpuruk di dasar klasemen sementara Grup 1 Wilayah Barat, dengan hanya mengoleksi 2 poin dari 17 pertandingan yang telah dijalani. Posisi tersebut membuat Elang Andalas berada dalam tekanan besar, mengingat regulasi kompetisi menyebutkan bahwa tim juru kunci grup akan langsung terdegradasi.

    Meski demikian, Anggoro menyebutkan bahwa peluang bertahan masih terbuka dengan satu syarat yang sangat berat. Redi Rusmawan dan rekan-rekan wajib menyapu bersih 10 pertandingan tersisa dengan kemenangan.

    “Kalau kita bisa menang di 10 pertandingan sisa, secara hitung-hitungan masih ada peluang untuk bertahan,” jelas Anggoro.

    Namun, Anggoro tidak menutup mata terhadap kondisi riil yang tengah dihadapi Sriwijaya FC. Ia mengakui bahwa secara realistis, misi tersebut sangat sulit diwujudkan. Krisis finansial yang berkepanjangan, keterbatasan pemain, serta persiapan tim yang jauh dari ideal menjadi tantangan besar bagi kebangkitan Sriwijaya FC.

    “Dengan kondisi dan keadaan kita sekarang, kalau bicara realistis, ya berat,” ucapnya jujur.

    Bahkan, Anggoro mengungkapkan bahwa sejak pemegang saham mayoritas Sriwijaya FC, Alexander Rusli, menyatakan mundur dari pendanaan klub per 31 Januari 2025, operasional tim berjalan dengan kondisi serba terbatas. Untuk memastikan Sriwijaya FC tetap bisa menyelesaikan kompetisi, Anggoro bersama Manajer Tim Eko Saputro serta mantan Manajer Tim Fidesia Noor harus bergotong royong menutup kebutuhan operasional klub.

    “Kami bertiga berusaha semampunya agar tim tetap bisa tampil di setiap pertandingan sampai kompetisi selesai,” ungkapnya.

    Situasi ini mencerminkan betapa beratnya perjuangan Sriwijaya FC musim ini. Meski peluang secara matematis masih ada, jalan untuk keluar dari zona degradasi membutuhkan keajaiban, kerja ekstra keras, serta stabilitas non-teknis yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen Elang Andalas. (bbs)


    Komentar
    Additional JS