0
News
    Home Berita Bulu Tangkis Bulu Tangkis indonesia Featured PBSI Spesial

    Sistem Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas Resmi Diubah PBSI - detik

    3 min read

     

    Sistem Promosi-Degradasi Atlet Pelatnas Resmi Diubah PBSI

    Mercy Raya - detikSport
    Rabu, 07 Jan 2026 05:45 WIB
    Foto: Mercy Raya/detikcom
    Jakarta -

    PP PBSI mengumumkan sistem promosi degradasi atlet Pelatnas resmi diubah. Keputusan ini merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan nasional ke depan.

    Kabid Binpres PBSI Eng Hian mengatakan, keputusan ini bukan berarti PBSI menurunkan standar atau meniadakan evaluasi. Kini, evaluasi atlet akan ditentukan KPI (Key Performance Indicator), yang sudah ditetapkan pelatihnya masing-masing.

    Dengan kata lain, jika atlet tidak mencapai KPI yang sudah ditetapkan, maka ia bisa terkena degradasi atau dipulangkan. Oleh Karena itu, jangka waktu degradasi setiap atlet akan berbeda, tergantung capaian dari KPI masing-masing.

    Sebelumnya, mekanisme promosi-degradasi atlet pelatnas biasanya dilakukan di akhir dan awal tahun. Pemulangan dan pemanggilan atlet, yang harusnya dilakukan pada akhir 2025, sudah tak dilakukan PBSI.

    "Sementara itu, untuk sistem promosi akan dilakukan lewat mekanisme Seleknas PBSI, yang akan dilaksanakan setiap awal tahun," kata Eng Hian, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/1/2026).

    "Dan untuk jumlah pengambilan pemain harus sesuai dengan kriteria yang dibuat oleh bidang pembinaan prestasi PP PBSI dan untuk jumlah akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet di Pelatnas," ujarnya.

    Baca juga:

    Tak hanya itu, pelatih yang karib disapa Didi ini juga mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari penataan ulang strategi pembinaan untuk memastikan bahwa seluruh atlet, khususnya yang berada di Pelatnas Cipayung, dapat memperkuat stabilitas pembinaan, menjaga kesinambungan program latihan, dan mempersiapkan atlet Pelatnas menghadapi agenda kompetisi internasional yang semakin padat dan sudah bergulir sejak awal bulan Januari ini.

    Selain itu, juga menyesuaikan dengan PO 012 Tahun 2025 tentang ketentuan Seleksi Nasional, yakni

    •⁠ ⁠Jumlah peserta Seleknas 16 Atlet Tunggal dan 16 pasang atlet Ganda

    •⁠ ⁠Juara Kejurnas Taruna berhak menjadi peserta Seleknas (Wild Card)

    •⁠ ⁠Atlet Tunggal dan Ganda 15 ranking terbaik berdasarkan Ranking Nasional PBSI berhak menjadi peserta Seleknas

    •⁠ ⁠Atlet prestasi dan/atau potensi hasil pantauan Tim Pemandu Bakat (Potensi) atau atlet yang disetujui oleh Kabid Binpres Pelatnas dan Wakil Ketua Umum I PP. PBSI;

    •⁠ ⁠Atlet lolos verifikasi data usia dari Tim Keabsahan yang ditunjuk oleh PP. PBSI

    "Dengan ditetapkannya PO 012 Tahun 2025 tentang Mekanisme Rekrutmen, Promosi, dan Degradasi Atlet serta Pelatih Pelatnas PP PBSI, kami berharap proses pembinaan atlet dan rekrutmen pelatih nasional dapat berjalan secara lebih transparan, objektif, dan profesional," ujarnya.

    "Peraturan ini menjadi acuan bersama agar setiap keputusan didasarkan pada kinerja, prestasi, dan evaluasi yang terukur, sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi bulutangkis Indonesia secara berkelanjutan."

    "Melalui sistem ini, kami menargetkan peningkatan konsistensi prestasi di level Asia dan dunia, termasuk capaian optimal pada target utama kami di Kejuaraan Dunia, Thomas Uber Cup dan tentunya Olimpiade Los Angeles 2028," jelas Eng Hian.

    Baca juga:
    Komentar
    Additional JS