0
News
    Home AFC Berita Featured Naturalisasi Sekjen AFC Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Malaysia

    Sekjen AFC Bela Pelaku Skandal Naturalisas Malaysia: Kejahatan Apa yang Dilakukan? Katakan! - Sup

    5 min read

     

    Sekjen AFC Bela Pelaku Skandal Naturalisas Malaysia: Kejahatan Apa yang Dilakukan? Katakan!


    Sekjen AFC Datuk Seri Windsor John bela pelaku pemalsuan dokumen naturalisasi pemain keturunan palsu Timnas Malaysia. (NST.COM.MY)

    SUPERBALL.ID - Sekretaris Jenderal (Sekjen) AFC Datuk Seri Windsor John secara terang-terangan membela pelaku skandal naturalisasi pemain Malaysia. 

    Skandal naturalisasi pemain keturunan palsu Timnas Malaysia masih seperti benang kusut dengan banyaknya masalah di dalamnya. 

    Alih-alih mengurai akar dari kasus ini, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) justru seperti memiliki kepentingan tersendiri, khususnya bagi sang sekjen. 

    Datuk Seri Windsor menekankan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) harus mereformasi kepengurusan dengan orang-orang baru yang mengisi setiap jabatan. 

    Hal tersebut perlu dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan pejabat itu kembali mencalonkan diri setelah mundur, yang artinya mereka mengakali peraturan. 

    "Kongres bukanlah isu utama. Reformasi jauh lebih penting," kata Datuk Seri Windsor John. 

    "Memiliki orang yang sama tanpa perubahan berbeda dengan memiliki orang yang sama setelah perubahan."

    Meski begitu, Windsor John justru menegaskan posisinya dalam membela pelaku pemalsuan dokumen naturalisasi pemain keturunan ilegal. 

    Seperti yang diketahui bersama, Sekjen FAM Datuk Noor Azman Rahman sempat dibekukan dari jabatannya oleh federasi.

    Baca Juga: Federasi Malaysia Dapat Peringatan Keras, AFC: Jangan Main-main dengan FIFA!

    Alasan dari pembekuan itu karena yang bersangkutan disebut sebagai pelaku pemalsuan dokumen, tapi kemudian namanya dipulihkan.

    Setelah Komite Independen menyatakan Noor Azman tidak bersalah dalam skandal naturalisasi ini, ia pun kembali menjabat posisinya.

    Windsor pun dengan lantang membela Noor Azman, menantang publik Malaysia untuk menunjukkan kejahatan apa yang telah dilakukannya. 

    "Kejahatan apa yang telah dia lakukan? Katakan padaku," kata Windsor John lagi. 

    "Anda tidak dapat menghukum seseorang yang telah mengikuti hukum negara."

    Windsor menegaskan bahwa situasi Azman menunjukkan mengapa FAM membutuhkan peraturan yang lebih jelas poinnya.

    Bukan karena aturan dilanggar, tetapi karena ambiguitas memungkinkan masalah tersebut berkembang menjadi kontroversi.

    Ia juga menambahkan bahwa tugas AFC dalam skandal naturalisasi Malaysia ini bukan sebagai penegak hukum yang menyelidiki kasus.

    Baca Juga: Respons Menpora Malaysia soal Rencana Pengunduran Diri Massal Pengurus FAM

    Akan tetapi sebagai pihak yang memastikan standar tata kelola organisasi sepak bola dijalankan sesuai aturan dan bukan mengadili masalah tindak pidana. 

    "Kami bukan penegak hukum. Kami tidak melakukan investigasi. Itu adalah tugas polisi," pungkas Windsor John. 

    Malaysia sudah diganjar dua hukuman berbeda oleh FIFA, mulai dari denda hingga pembatalan hasil pertandingan di ajang resmi. 

    Sementara itu, FIFA juga menjatuhkan denda dan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup terhadap tujuh pemain keturunan palsu. 

    Saat ini Malaysia masih mencoba peruntungan dengan membawa kasus tersebut ke Pengadilan CAS, di saat ancaman pembekuan terhadap federasi berhembus kencang. 

    Nikmati berita olahraga pilihan dan menarik langsung di ponselmu hanya dengan klik channel WhatsApp ini: https://whatsapp.com/channel/0029Vae5rhNElagvAjL1t92P

    Komentar
    Additional JS