Respons Federasi Vietnam usai 7 Pemain Keturunan Palsu Malaysia Bebas Skorsing FIFA: Masih Punya Moral? - Superball
Respons Federasi Vietnam usai 7 Pemain Keturunan Palsu Malaysia Bebas Skorsing FIFA: Masih Punya Moral?
SUPERBALL.ID - Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) turut bereaksi atas pembebasan tujuh pemain ketutunan palsu Malaysia dari skorsing FIFA, singgung moral.
Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) memutuskan untuk menangguhkan skorsing FIFA terhadap tujuh pemain keturunan palsu Timnas Malaysia.
Dan FIFA menaati keputusan itu, mereka juga memerintahkan anggotanya untuk mencabut sanksi terhadap tujuh pemain.
Meski begitu, status ini hanya berlaku sementara, sampai saat CAS mengeluarkan keputusan final, baru akan diketahui nasib sesungguhnya.
Salah satu pejabat VFF cukup santai dalam memberikan tanggapan, ia menilai keputusan CAS hanya bersifat kemanusiaan.
"Keputusan CAS menangguhkan sementara pelaksanaan hukuman terhadap kelompok 7 pemain naturalisasi Malaysia bersifat kemanusiaan."
"Mereka mengizinkan para pekerja untuk sementara melanjutkan pekerjaan sambil menunggu putusan akhir," kata seorang pejabat VFF.
Lebih lanjut, pejabat yang tidak ingin disebutkan identitasnya itu justru memberi peringatan kepada para pemain keturunan palsu Malaysia.
Nasib mereka belum aman, tapi citra mereka sebagai pesepak bola profesional tentu akan tercoreng dan itu sangat merugikan mereka.
Baca Juga: AFC Tanggapi Potensi Malaysia Panggil 7 Pemain Naturalisasi Palsu untuk Lawan Vietnam
"Namun pada kenyataannya, sulit bagi tim mana pun untuk berani menandatangani kontrak jangka panjang dengan pemain yang berisiko dikenai sanksi oleh FIFA seperti ini."
"Karena, secara teknis, CAS belum mencapai kesimpulan resmi dalam kasus ini, dan risiko pemain naturalisasi Malaysia dilarang bermain masih ada," katanya lagi.
Pejabat Federasi Vietnam ini pun mengecam pihak terkait jika sampai para pemain tersebut berakhir tanpa hukuman alias bebas begitu saja.
Ia mempertanyakan moral para pemain keturunan palsu, apakah mereka masih memiliki itu setelah apa yang mereka perbuat.
Terlepas dari itu, menurut pejabat Vietnam ini pihaknya masih akan menunggu keputusan akhir Pengadilan CAS sebagai tolok ukur sikap mereka.
"Mengenai moralitas, jika para pemain naturalisasi Malaysia yang terlibat tidak dihukum, itu akan sangat tidak adil bagi sepak bola Vietnam."
"Kami masih menunggu keputusan akhir dari CAS," kata pejabat Vietnam melanjutkan.
Terakhir, pejabat ini menegaskan bahwa keputusan CAS menangguhkan skorsing tujuh pemain keturunan palsu Malaysia bukan kesimpulan akhir.
Baca Juga: 7 Pemain Keturunan Palsu Bebas Skorsing, tapi Dilarang Main di Timnas Malaysia
"Saya ingin menegaskan kembali bahwa keputusan CAS untuk menangguhkan sementara pelaksanaan hukuman hanyalah keputusan sementara dan bukan merupakan kesimpulan dari kasus ini," kata pejabat itu.
Vietnam menjadi salah satu pihak yang cukup dirugikan dengan penggunaan pemain keturunan palsu Malaysia.
Kejadiannya di Kualifikasi Piala Asia 2027, saat itu Vietnam terbantai 0-4 dari Malaysia yang menurunkan sembilan pemain naturalisasi.
Di mana tujuh di antaranya merupakan pemain keturunan palsu, pemain asing yang dinaturalisasi secara keturunan dengan cara memalsukan dokumen pendaftaran.
Menarik dinantikan bagaimana kelanjutan dari drama skandal naturalisasi Timnas Malaysia ini.