PSSI Tidak Bisa Tahan Shayne Pattynama dan Dion Markx Gabung Persija dan Persib - Bolasport
PSSI Tidak Bisa Tahan Shayne Pattynama dan Dion Markx Gabung Persija dan Persib - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 26 Januari 2026 | 04:00 WIB
Shayne Pattynama resmi berseragam Persija untuk Super League 2025/2026. (PERSIJA)
BOLASPORT.COM - PSSI akhirnya angkat bicara tentang kehadiran dua pemain Diaspora yang memilih melanjutkan kariernya dengan bergabung ke klub Super League 2025/2026.
Kedua pemain itu adalah Shayne Pattynama dan Dion Markx.
Shayne Pattynama resmi bergabung ke Persija Jakarta dengan durasi 2,5 musim.
Sebelumnya, pemain berusia 27 tahun itu membela klub Thailand, Buriram United.
Sedangkan Dion Markx lebih memilih melanjutkan kariernya ke Persib Bandung dengan durasi 2,5 musim.
Pemain berusia 20 tahun itu sebelumnya membela klub Belanda, TOP Oss.
Shayne Pattynama dan Dion Markx menyusul beberapa pemain Diaspora yang terlebih dahulu bergabung ke klub Super League 2025/2026.
Mereka adalah Jordi Amat (Persija), Thom Haye (Persib), Eliano Reijnders (Persib), Rafael Struick (Dewa United), dan Jens Raven (Bali United).
Kini total ada tujuh pemain Diaspora langganan timnas Indonesia yang berkarier di Super League 2025/2026.
Kehadiran mereka terutama Shayne Pattynama dan Dion Markx mengundang komentar dari Exco PSSI, Arya Sinulingga.
Kata Arya, PSSI sejatinya tidak memiliki kewenangan untuk melarang Shayne Pattynama dan Dion Markx gabung Persija dan Persib.
Menurutnya, semua keputusan itu merupakan hak pribadi pemain.
PSSI tidak bisa melakukan intervensi untuk meminta mereka tetap berkarier di luar Indonesia.
"Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, ini adalah pilihan mereka."
Baca Juga: Kata Pertama Eks Bek PSG setelah Resmi Gabung ke Persib, Janji Pamerkan Kualitas
"Kami tidak bisa menahan karena kami tidak menggaji mereka."
"Kalau kami yang menggaji, mungkin bisa diarahkan."
"Tapi ini soal pilihan dan hak asasi pemain, kami tidak bisa melarang," ujar Arya kepada awak media termasuk BolaSport.com, Minggu (25/1/2026).
Lanjut Arya, ketertarikan pemain Diaspora ke Indonesia mungkin karena melihat kualitas kompetisi Super League 2025/2026 yang semakin meningkat.
Terbukti, banyak beberapa pemain top dunia yang ingin merasakan mencicipi sepak bola Indonesia, salah satunya eks PSG, Layvin Kurzawa.
Kehadiran pemain Diaspora di klub-klub besar Tanah Air dinilai dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi kualitas permainan, profesionalisme, hingga daya saing liga.
Selain itu, pengalaman mereka bermain di Eropa diharapkan mampu menularkan standar latihan dan mental bertanding yang lebih tinggi kepada pemain lokal.
"Mungkin karena sekarang banyak pemain naturalisasi datang, kualitas liga kita naik."
"Itu membuat pemain-pemain keturunan dan diaspora melihat Indonesia sebagai pilihan yang serius,” jelasnya.
"Bukan hanya pemain naturalisasi atau keturunan, tapi juga pemain-pemain bagus dari luar yang mulai melirik Liga Indonesia."
"Ini menunjukkan bahwa kompetisi kita semakin kompetitif," tutup Arya.