Presiden Ingin Hapus Stigma Atlet Itu Miskin, Bonus ASEAN Para Games 2025 Diajukan Tetap Setara SEA Games - Semua Halaman - Bolasport
Presiden Ingin Hapus Stigma Atlet Itu Miskin, Bonus ASEAN Para Games 2025 Diajukan Tetap Setara SEA Games - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:40 WIB
(Ki-Ka) Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, Ketua Umum NPC Indonesia Senny Marbun, dan Menpora Erick Thohir dalam acara pelepasan atlet untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand di Surakarta, Jawa Tengah, 10 Januari 2026. (WAHID FAHRUR ANNAS/BOLASPORT.COM)
BOLASPORT.COM - Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 resmi dikukuhkan. Perjuangan para pejuang paralimpik coba didukung dengan apresiasi yang besar dari pemerintah.
Sebanyak 290 atlet paralimpik Indonesia akan bertanding di Nakhon Ratchasima, Thailand pada 15-26 Januari 2026.
Indonesia menargetkan tiga besar dalam ajang multi-event tersebut dengan rincian 82 medali emas dan masing-masing 77 medali perak dan perunggu.
Para atlet pun dilepas secara resmi dalam seremoni yang berlangsung di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Sabtu (10/1/2026).
Tim paralimpik Indonesia sebenarnya punya rekam jejak impresif sebagai juara umum dalam tiga edisi terakhir ASEAN Para Games.
Indonesia mencapainya pada perhelatan tahun 2017 di Malaysia, 2022 di Indonesia, dan terakhir di Kamboja pada 2023.
Hanya saja, tantangan dalam persiapan, termasuk karena efisiensi anggaran dari pemerintah, membuat ekspektasi harus sedikit diturunkan.
Kementerian Pemuda dan Olahraga RI melalui sang menpora, Erick Thohir, tetap berusaha memberi dukungan dalam bentuk lainnya.
Baca Juga: ONE Championship – Bangkit Tanpa Sabuk, Stamp Fairtex Temukan Kemenangan dalam Kekalahan
Kemenpora ingin membantu para atlet dalam mempersiapkan jenjang karier setelah pensiun dari gelanggang olahraga.
"Persiapan adalah satu hal yang harus dilakukan," kata Erick Thohir, kepada BolaSport.com dan awak media lainnya.
"Kita mendorong pasca-kegiatan, agar para atlet punya jenjang karier ketika sudah tidak menjadi atlet lagi."
"Kita akan membantu pendidikan literasi keuangan, supaya atlet bisa menabung, mana uang untuk hari ini, mana uang untuk masa depan."
"Kita sebagai pembina, kita memperhatikan atlet seutuhnya, bukan saat mereka sedang berjaya saja," ujarnya menambahkan.
Selain itu, Erick Thohir juga menyampaikan pesan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Presiden mencanangkan dana pensiun atlet Indonesia untuk menghapus stigma 'miskin' para olahragawan setelah tidak lagi aktif bertanding.
Kehidupan sebagai atlet memang tidak panjang.
Atlet-atlet Indonesia di Paralimpiade Paris 2024 berjalan saat acara penyerahan bonus oleh Pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, 11 September 2024. (BIRO PERS DAN SEKRETARIAT PRESIDEN)
"Pak Presiden meminta saya mempersiapkan dana pensiun untuk atlet," kata Erick.
"Ini yang ingin kita lakukan. Jadi tidak hanya sebatas persiapan tetapi juga pasca-turnamen itu sendiri karena stigma bahwa para atlet itu miskin, atlet tidak punya masa depan."
"Bapak presiden memberikan bonus yang luar biasa."
"Beliau di Istana menyampaikan salah satu cita-citanya yakni mewakilkan negara Indonesia bisa mengibarkan Merah Putih, artinya bagian dari olahraga itu sendiri," tuturnya.
Bicara soal bonus atlet untuk ASEAN Para Games 2025, Kemenpora sedang mengajukan agar jumlahnya seperti bonus atlet SEA Games 2025.
"Kita sedang ajukan jumlahnya sama (seperti SEA Games), saya tidak ingin mendahului pimpinan," ucap Erick.
"Soal formula dana pensiun, kita sedang cari solusi, gaji bulanan ditabungkan untuk masa depan. Apakah bisa apa tidak bonusnya dapat untuk angsuran masa depan."
"Jangan sampai dana pensiun niatnya baik tapi malah di kemudian hari dikorupsi oleh manajemen yang mengeluarkan dana pensiun."
"Kita tahun ini sedang penjajakan formulanya. Dua tahun ke depan, pemerintah mulai mendorong untuk menjadi sebuah kenyataan," ujarnya.
BONUS PEMERINTAH INDONESIA UNTUK SEA GAMES 2025
Atlet Perorangan
Emas: Rp1.000.000.000
Perak: Rp315.000.000
Perunggu: Rp157.500.000
Atlet Ganda
Emas: Rp800.000.000
Perak: Rp252.000.000
Perunggu: Rp126.000.000
Atlet Beregu
Emas: Rp500.000.000
Perak: Rp220.500.000
Perunggu: Rp110.250.000
Pelatih Perorangan/Ganda
Emas: Rp300.000.000
Perak: Rp126.000.000
Perunggu: Rp63.000.000
Pelatih Beregu
Emas: Rp400.000.000
Perak: Rp189.000.000
Perunggu: Rp94.500.000
Pelatih untuk Medali Kedua dan seterusnya
Emas: Rp150.000.000
Perak: Rp63.000.000
Perunggu: Rp31.500.000.